oleh

Karawitan Permadani Laras Ready For Use Menapaki Seni Budaya Nasional Indonesia Tampil Luar Biasa

Karawitan Permadani Laras Kec. Mijen saat tampil mengiringi acara wisuda di Pendhapa Kinanthi, Wonolopo, Mijen, Semarang (Foto Jd)

Metropos.id, Semarang – Prosesi Wisudha Purna Wiyata pawiyatan tuwin pamedhar sabda Bregada 4 Permadani Cabang Kec. Mijen di Pendhapa Kinanthi, Kel. Wonolopo, Kec. Mijen, Kota Semarang, diiringi Karawitan Permadani Laras Kec. Mijen, Kota Semarang, Sabtu (28/1/2023) malam.

Ketua DPD Permadani Kota Semarang, R. Subardo, SH dan juga tamu undangan yang hadir pada prosesi wisuda memberikan apresiasi yang luar biasa.

“Kita sudah buktikan malam ini, Karawitan Permadani Laras, tampil yang kali pertama di publik mengiringi wisuda Permadani Bregada (angkatan) ke-106 Kota Semarang atau Bregada 4 Permadani Cabang Kec. Mijen dan telah kita saksikan sangat bagus, layak mengiringi pentas wayang maupun sendratari lainnya,” ucap Raden Bekel Sepuh Yudha Subardo yang juga anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Mijen dengan jabatan Kanit Reskrim.

Lebih lanjut, dikatakan Subardo, kebanggaan yang makin membuat dirinya bangga, para pengrawit semuanya memakai Samir (selempang khas) menunjukkan bahwa para pengrawit tersebut adalah keluarga besar Permadani.

“Bisa kita lihat, tampil dengan Samirnya, 98 persen adalah anggota Permadani. Dan seragam barunya, jempol,” imbuh Bekel Sepuh Subardo sambil mengacungkan jempol kanannya.

Sementara itu, dalam sambutan wisuda Purna Wiyata Bregada 4 Permadani Cabang Kec. Mijen, Sekcam Mijen, Suhartini, SE MM merasa bangga dapat mewakili Camat Mijen menghadiri acara wisuda Permadani.Dirinya merasa terkagum-kagum dengan acara wisuda Permadani yang dilaksanakan di Pendhapa Kinanthi Wonolopo, Mijen dengan iringan Karawitan Permadani Laras.

“Saya jadi tertarik, saya disini tadi merasa merinding, setiap ada yang mau naik panggung diiringi gamelan, dombleng dombleng, dombleng. Sungguh membawa inspirasi bagi saya untuk mengajak para muda mudi untuk mengikuti seperti ini. Kalo bisa seperti ini budaya Indonesia tidak akan terkalahkan dengan budaya luar,” tutur Hartini disambut tapuk tangan para wisudawan serta undangan yang hadir.

Selanjutnya, Hartini memberikan ucapan selamat kepada peserta wisudawan yang telah diwisuda, dan berharap ilmu yang diserap dapat di tularkan dan diimplementasikan di masyarakat sebagai duta budaya Nasional Indonesia, utamanya budaya Jawa.

“Selamat kepada yang diwisuda, semoga menjadi duta budaya Indonesia dan sebagai garda terdepan dalam melestarikan budaya Indonesia,” ucap Hartini.

Ditempat sama, usai gelaran wisuda dengan iringan karawitan Permadani Laras, pembina sekaligus pelatih karawitan Permadani Laras, Drs. Bambang Supriyono, M.Pd mengucapkan rasa syukurnya, bahwa Permadani Mijen dan DPD Permadani Kota Semarang telah mampu mengatasi kesulitan-kesulitannya sendiri dalam rangka memenuhi unsur-unsur budaya.

Selain Bambang Supriyono, pelatih karawitan Permadani Laras Cabang Kec. Mijen juga diasuh oleh KRT H.A Dawud Nata Aji Nagara dan juga Ki Slamet tokoh pedalangan Kota Semarang.

“Seni suara sudah ada, seni satra juga sudah punya, dan tinggal seni musik karawitan yang belum ada. Dan malam ini sudah terlaksana seni karawitan Permadani Laras mengiringi wisuda Bregada 4 ini dengan iringan karawitan keluarga Permadani sendiri. Kami bangga sekali,” ungkap Bambang Supriyono.

Ditambahkan Bambang, Ia bersama anggota Permadani Kec. Mijen kedepannya akan menambah grup baru seni karawitan, sehingga nantinya ada beberapa grup yang siap dipentaskan mengiringi acara-acara lainnya.

Dengan membuat grup baru tersebut diharapkannya jika salah satu grup ada kekurangan penabuh gamelannya maka dapat diisi oleh grup lainnya, sehingga nantinya tidak akan punah seni karawitan yang ada di Kec. Mijen.

“Kedepan kami akan membuat grup karawitan dengan grup 1, 2 dan 3. Sehingga kita mempunyai tenaga rangkap, jika yang satu tidak bisa, maka kita ambil dari grup satunya,” ucap Bambang.

“Kedepan kami akan kembangkan seni karawitan ini dengan menambah pengetahuan-pengetahuan baru terutama tentang gendhing-gendhing untuk mengiringi wayang ataupun ketoprak serta kesenian-kesenian lainnya. Sehingga tidak hanya mengiringi wisuda ini saja dengan gendhing-gendhing tertentu, tapi juga ada Srepeg, ada Palaran dan lain sebagainya. Sehingga ready for use, mampu mengiringi segala macam bentuk kesenian apapun. Dan Karawitan Permadani Laras Kec. Mijen siap untuk itu,” tandas Bambang. (Hd/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed