oleh

Antisipasi Chaos Pemilu 2024, Tim Gabungan Kerahkan 3 Helikopter Dan 1598 Personil

Para pengunjukrasa saat dihadang brigade Tim Gabungan (Foto Koes).

Metropos.id, Semarang – Ratusan pengunjuk rasa tak dikenal memenuhi kawasan Simpang 5 kota Semarang membuat suasana mencekam bahkan melakukan aksi anarkis pada Senin (31/7/2023).

Aksi provokasi yang dilakukan massa membuat pengguna jalan ketakutan dan memilih menghindar dari kawasan Simpang 5.

Tepat di depan Hotel Louis Kienne, massa membakar dan meledakkan sebuah mobil, sekitar pukul 08.30 wib, Aksi massa ini akhirnya terhenti ketika pasukan dari Polda Jateng dan Kodam IV/Dip melakukan penindakan secara terukur. Dibantu Satpol PP, personel Polda dan Kodam juga melakukan pengamanan beberapa obyek vital kota Semarang yang diperkirakan menjadi target rusuh massa.

Sejumlah provokator aksi ditangkap, Petugas pun memberikan pertolongan pada seorang peserta aksi yang terluka dalam aksi anarkis itu Tak hanya itu, 3 helikopter juga diterjunkan untuk mengevakuasi seorang tokoh VIP tepat di atas roof top hotel Louis Keinne.

Aksi mencekam yang terlihat nyata tersebut merupakan bagian dari Latihan Penanggulangan Gangguan Keamanan Berintensitas Tinggi Terhadap VIP Selama Tahapan Pemilu 2024, yang digelar Polda Jateng bersama Kodam IV/Dip dan Pemprov Jateng di Kawasan Simpang 5 Kota Semarang.

Terkait kegiatan itu, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan latihan ini penting untuk digelar menjelang pemilu khususnya dalam mengamankan tokoh Very Important Person (VIP) dalam situasi kritis atau chaos.

“Hari ini Polda Jateng, Kodam IV/Dip dan Pemprov Jateng gelar latihan gabungan dalam rangka pengamanan dan penanggulangan terkait dengan VIP selama pentahapan pemilu 2024,” kata Kapolda.

Kapolda menyebut latihan itu dilakukan guna menyamakan persepsi dan SOP serta meningkatkan profesionalisme dalam rangka pengamanan pentahapan pemilu terutama menghadapi gangguan keamanan berintensitas tinggi.

“Selain itu juga sebagai wujud sinergitas TNI Polri dan Pemprov Jateng guna suksesnya Pemilu Serentak 2024,” sebutnya.

Kegiatan itu diikuti sebanyak 1598 personil gabungan TNI Polri dan Pemprov Jateng. Dalam latihan disimulasikan berbagai tahapan pengamanan yang dilakukan guna menghadapi peningkatan eskalasi gangguan keamanan.

Kapolda juga menerangkan, SOP bersama ini untuk memangkas adanya birokrasi manakala diwilayah kita terjadi adanya eskalasi kontijensi. Melalui latihan ini kita uji SOP bersama antara Polda Jateng Kodam IV/Dip dan Pemprov.

Sementara Pangdam IV/Dip Mayjen TNI Widi Prasetijono menambahkan jika simulasi yang diperagakan dalam latihan ini adalah contoh kecil dari penanganan yang dilakukan oleh TNI Polri bila terjadi gangguan keamanan berintesitas tinggi.

“Sinergitas antara TNI Polri dan Pemda di Jateng sudah dilakukan sejak lama. Tidak ada tentara kerja sendiri, polisi kerja sendiri, pemerintah kerja sendiri, semua bersinergi dalam menghadapi permasalahan di lapangan,” ujarnya.

Pangdam berharap seluruh tahap pemilu 2024 dapat berjalan dengan lancar dan sehingga sitkamtibmas di Jateng dapat terjaga.

“Kita berharap pemilu nanti tidak ada kendala dan semua masyarakat dapat menerima dengan ikhlas apapun hasilnya,” harap Pangdam.

Sedangkan Sekda Propinsi Jateng, Sumarno, melanjutkan, dirinya mengapresiasi kesiapan TNI Polri untuk menjaga sitkamtibmas di wilayah Jateng. Dan berharap gangguan keamanan sebagaimana yang disimulasikan dalam latihan tidak sampai terjadi di wilayah Jateng.

“Tadi kita lihat kesiapan yang dilakukan dalam simulasi sangat luar biasa. Kita semua ingin pemilu di Jateng aman dan lancar, untuk itu kita berupaya melakukan berbagai langkah antisipasi agar situasi tetap sejuk dan kondusif,” tutup Sumarno. (Koes/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed