oleh

Jalan Penghubung Tersono-Limpung Rusak Parah Diduga Karena Aktivitas Penambangan Galian C

-Batang-65 views

Foto : Potongan vidio jalan rusak parah masuk wilayah Kec. Limpung, Kab. Batang. (Potvidio mit).

METROPOS.ID || KAB. BATANG – Jalan utama penghubung Kec. Limpung dan Kec. Tersono rusak parah diduga karena aktivitas penambangan galian C. Hal ini seperti dikeluhkan warga setempat Jono saat di temui awak media Minggu (4/5/2025) lalu.

“Jalan ini sudah rusak sekitar satu tahun terakhir ini, namun tidak ada perhatian dari pihak terkait kalau pun ada hanya di lakukan penambalan dan kami sebagai warga sangat terganggu dengan kerusakan jalan tersebut. Pasalnya sangat merepotkan saat kami melintas harus sangat ekstra hati-hati apalagi kalau malam hari disini gelap kurang penerangan jalan bahkan dibilang tidak ada penerangan,” ujarnya.

Ditambahkan Jono, yang sangat memprihatinkan kondisi jalan saat hujan deras dibarengi kabut yang terkadang turun, sangat membahayakan pengguna jalan. Maka dituntut ekstra hati-hati saat melintasinya.

“Apalagi kalau pas hujan deras pandangan terbatas karena hujan dan kabut yang terkadang turun. Jalan rusak parah, lengkap sudah penderitaan kami sebagai rakyat kecil,” keluh Jono sambil mencuci truk.

“Saya warga sini asli mas, kasian anak sekolah juga banyak yang jatuh. Apalagi hampir setiap menit truk dari galian C mengangkut batu atau tanah melintas, sangat berbahaya kalau sampai jatuh dan terlindas truk. Tidak hanya jalan rusak, polusi suara dan debu yang di timbulkan juga sangat berdampak bagi kesehatan. Para penjual makanan terpaksa harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk membungkus makanan mereka agar tidak tercemar oleh polusi. Tidak hanya itu debu yang berterbangan juga menempel pada lantai dan juga jendela kalau tidak di bersihkan risih rasanya,” lanjut pria yang berprofesi sebagai pencuci mobil itu.

Masih menurut Jono yang mengaku sebagai warga Desa Plumbon, kerusakan parah jalan tersebut akibat aktivitas penambangan galian C yang diduga tidak berijin atau ilegal.

“Itu didekat jembatan sudah ada papan larangan penambangan tapi mengapa masih berlangsung juga penambangan galian C. Kami rakyat kecil mau mengadu sama siapa, pihak desa dan kecamatan juga tidak memberikan teguran atas adanya aktivitas penambangan itu, padahal truk lewat tiap hari ratusan, itu bisa dilihat jelas dampaknya kalau truk ke barat bawa muatan berat makanya hanya sisi sebelah sini saja yang rusak sedang kalau ke timur kan kebanyakan truk kosong tidak bermuatan berat, makanya yang sebelah sana masih bagus jalannya,” jelas Jono menahan kesal.

Diungkapkan oleh Jono, di wilayah tempat tinggalnya ada 2 lokasi penambangan, sebelah kanan jembatan dan sebelah kiri jembatan, mereka bisa dibilang tidak pernah libur, kecuali kalau pas musim hujan mereka tidak melakukan penambangan.

Jono berharap jalan rusak segera diperbaiki agar tidak menimbulkan korban bagi pengguna jalan.

“Dan keinginan kami sebagai warga harus segera ada perbaikan jalan, tidak hanya di tambal tapi juga di beton biar tidak rusak lagi. Dan paling penting penambangan galian C harus di evaluasi dan di tinjau ulang, apakah ada ijinya atau tidak kalau memang tidak ada ijin harusnya pemerintah tegas,” paparnya.

Masyarakat pengguna jalan kini menaruh harapan besar kepada Aparat Penegak Hukum (APH) dan Pemkab. Batang untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap para pengusaha galian C yang diduga kuat menjadi penyebab kerusakan jalan dan berbagai problem lingkungan yang menyertainya. Mereka mendambakan langkah nyata dari Pemkab. dalam mengatasi persoalan ini, demi terwujudnya keselamatan dan kenyamanan seluruh pengguna jalan.

Dari hasil pantauan awak media memang ada papan larangan penambangan di dekat jembatan namun akitivitas penambangan masih berlangsung.

Sementara itu dari hasil penelusuran awak media ada beberapa titik penambangan galian C di Kab. Batang, seperti di Kec. Tersono-Limpung ada 2 titik, di Kec. Wonotunggal tepatnya didesa Brokoh juga ada penambangan galian C berupa pengambilan tanah, di Desa Kecepak, Kec. Batang dan di Kec. Subah juga ada penambangan galian C. (mit/red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed