METROPOS.ID II GROBOGAN – RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Ki Ageng Selo yang berada di Wirosari, Kab. Grobogan terus tingkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat agar mereka merasa puas atas pelayanan yang diberikan. Hal ini disampaikan Direktur RSUD Ki Ageng Selo dr. Agung Probo Muljono MSi, Sabtu (26/7/2025).
“Kami terus berbenah termasuk manajemen RSUD Ki Ageng Selo ini terus kami perbaiki,” ujarnya.
Agung yang sebelumnya menduduki sebagai Kepala Puskesmas Geyer ini mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya untuk melengkapi semua sarana prasarana pelayanan kesehatan agar masyarakat puas ketika berobat sebab jika masyarakat puas dengan pelayanan kami, maka secara otomatis pendapatan kami juga akan meningkat.
“Untuk itu yang pertama kami mengutamakan pelayanan, yang kedua melengkapi sarana dan prasarana dan yang ketiga terus memperbaiki manajemen rumah sakit,” katanya.

Dalam keterangannya Agung yang didampingi Plt Ka TU dr. Budi dan Kasi Pelayanan medik dan Keperawatan drg.Aristo D, menargetkan jika kedepan RSUD Ki Ageng Selo yang saat ini Tipe D bisa meningkat menjadi Tipe C.
“iya target Kami bisa menjadi Rumah Sakit Tipe C,” terangnya.
Pada kesempatan itu Agung juga menceritakan ihwal berdirinya rumah sakit tersebut karena berdirinya rumah sakit ini berawal dari gagasan Bupati Grobogan sebelumnya yakni Bupati Sri Sumarni yang berdiri pada tahun 2020 silam yang awalnya berfungsi sebagai rumah sakit rujukan covid-19 yang akhirnya terus tumbuh dan berkembang.
Adapun RSUD Ki Ageng Selo ini Mulai beroperasi sebagai rumah sakit dengan type D pada tahun 2022 dan melayani pasien umum. Dengan target pendapatan rumah sakit sebesar Rp.16,3 M bisa terealisasi sebesar Rp.19,5 M. Angka ini terus merangkak naik pada Tahun 2024 pendapatannya mencapai Rp.22,5 M dari target Rp.20 M, sedangkan target tahun 2025 sebesar Rp.26 M hingga bulan Juni kemaren sudan mencapai Rp.14,5 M.
“Insyallah target itu bisa kami capai bahkan lebih,” tegasnya.
Lebih jauh Agung mengungkapkan jika semua tim bekerja secara maksimal target kami bisa terpenuhi apalagi dengan jumlah karyawan sebanyak 285 orang yang terdiri dari tenaga medis, paramedis dan non medis bergerak dan berkomitmen bersama dalam memberikan pelayanan
“Bukan hanya dipacu kerja saja para karyawan ini, tapi juga diimbangi dengan kesejahteraan para karyawan,” ungkapnya.
Untuk itu guna mencapai rumah sakit tipe C sesuai Permenkes pihaknya membutuhkan karyawan sebanyak 500 orang. Namun begitu pihaknya terus berusaha keras untuk mewujudkan walau rumah sakit ini baru beroperasional 3,5 tahun, ditunjang dengan master plan yang sudah ada.
“Bukan itu saja, rumah sakit ini juga pernah dikunjungi Komisi D DPRD Kab. Grobogan beberapa waktu lalu, pada kunjungan tersebut disampaikan oleh salah seorang anggota Komisi D, bahwa RSUD Ki Ageng Selo sangat berpotensi untuk dikembangkan dari segi sapras dan pelayanannya. Dengan letaknya yang strategis yakni persis di depan jalan raya nasional Purwodadi-Blora Km 19 Wirosari Grobogan,” jelasnya.
“Kami juga mengembangkan pelayanan rumah sakit menjadi rumah sakit trauma center atau bedah akibat kecelakaan yang tentu saja memerlukan peralatan yang canggih dan merupakan pusat rujukan kasus maternal (ibu hamil) dan perinatal atau bayi dan anak. Sebagai rumah sakit trauma center, kami telah menyiapkan UGD dengan tenaga dokter bedah dan peralatan yang ada,” lanjutnya.
“Saat ini peralatan yang belum ada di rumah sakit kami adalah pelayanan CT Scan dan Haemodialisa,” imbuhnya.

Seperti diketahui RSUD Ki Ageng Selo ini berdiri diatas tanah seluas 3,6 hektar dengan kapasitas 79 tempat tidur mampu melayani pelayanan rawat inap dan rawat jalan spesialis yakni jantung (penyakit dalam), bedah, anak, kandungan dan kebidanan. Saat ini sedang dibangun gedung baru untuk kapasitas 21 tempat tidur, sehingga nantinya mencapai 100 tempat tidur yang menjadi salah satu persyaratan menjadi rumah sakit tipe C. (@wg/red).







Komentar