oleh

Dedi Mulyadi Janji Ganti Motor Terbakar Dan Bantu Karyawan Rumah Makan Korban Demo

-Peristiwa-125 views

Foto : Gubernur Jawa barat, Dedi Mulyadi saat ditengah warga terdampak aksi demonstrasi di sekitar kompleks MPR RI.(ft.hms).

METROPOS.ID || INDRAMAYU – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyatakan kesiapannya untuk menanggung kerugian warga yang terdampak aksi demonstrasi di sekitar kompleks MPR RI, Sabtu (30/8/2025). Aksi demonstrasi di sekitar kompleks MPR RI berujung kerusuhan. Belasan motor terbakar dan rumah makan ikut jadi korban.

Dedi Mulyadi turun langsung memberi bantuan.

Ia berjanji mengganti sepeda motor yang terbakar serta memberikan bantuan kepada karyawan rumah makan yang kehilangan mata pencaharian akibat peristiwa tersebut.

Berdasarkan data yang di terima Dedi, sedikitnya 10 unit sepeda motor terbakar ketika massa aksi melakukan perusakan. Tidak hanya kendaraan, beberapa rumah makan di kawasan tersebut juga ikut di lalap api hingga membuat sejumlah pekerja kehilangan tempat kerja.

“Sepuluh unit sepeda motor yang terbakar, semua akan saya bantu di ganti dengan yang baru. Saya tidak ingin ada warga yang semakin susah karena kerugian ini,” ujar Dedi saat meninjau lokasi kejadian.

Selain kendaraan, karyawan rumah makan juga menjadi korban dari amukan massa. Beberapa rumah makan di sekitar lokasi demonstrasi mengalami kerusakan parah, bahkan ada yang ludes terbakar. Hal ini membuat banyak pekerja tidak bisa bekerja sementara waktu.

Dedi menegaskan, pihaknya akan ikut menanggung kebutuhan karyawan rumah makan yang kehilangan mata pencaharian.

Menurutnya, rakyat kecil tidak seharusnya menjadi korban ketika ada pihak yang mengekspresikan kekecewaan lewat demonstrasi.

“Saya akan bantu karyawan rumah makan yang terdampak. Jangan sampai mereka tambah kesulitan hanya karena tempat mereka bekerja di bakar saat demo,” ucap Dedi.

Dedi menilai bahwa aksi demonstrasi memang menjadi bagian dari kebebasan berekspresi. Namun, ketika sudah mengarah pada tindakan anarkis yang merugikan masyarakat, hal itu tidak bisa dibenarkan. Oleh karena itu, ia merasa perlu turun tangan agar warga tidak menanggung kerugian sendirian.

“Ekspresi kekecewaan itu wajar, tapi jangan sampai rakyat kecil jadi korban. Tugas kita adalah memastikan mereka tetap bisa hidup dengan layak,” jelasnya.

Dalam kunjungannya, Dedi meninjau sejumlah titik yang terdampak. Mulai dari fasilitas umum, mes MPR RI, hingga rumah makan yang terbakar.

Ia berbincang dengan warga dan pemilik usaha untuk mengetahui secara langsung kerugian yang di alami. Warga yang di temui Dedi menyambut baik komitmen tersebut. Mereka berharap proses bantuan bisa segera di lakukan agar masyarakat terdampak dapat kembali beraktivitas seperti biasa.

“Kami kehilangan motor, tempat kerja juga terbakar, Kalau ada bantuan untuk mengganti, tentu sangat meringankan,” ujar salah seorang karyawan rumah makan.

Selain itu, sejumlah pemilik usaha juga berharap adanya langkah nyata dari pemerintah untuk memulihkan kondisi perekonomian warga pasca-kerusuhan.

Menutup kunjungannya, Dedi menyampaikan pesan kepada masyarakat agar tetap menjaga ketertiban dalam menyampaikan aspirasi.

Ia mengingatkan, penyampaian pendapat dimuka umum harus dilakukan secara damai tanpa merugikan pihak lain.

“Demo itu hak rakyat, tapi jangan sampai merusak fasilitas umum atau mengorbankan sesama warga. Kita harus ingat, keadilan tidak bisa di tegakkan dengan cara merugikan orang lain,” pungkasnya.(her/red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed