Saat foto bersama Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, SS.,MS., dikegiatan Edu-Summit.(ft kmit).
METROPOS.ID || KAJEN – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, SS.,MS., membuka kegiatan Pekalongan Edu-Summit 2026 dengan tema “Mendengar dari Kelas, Bergerak untuk Masa Depan” yang digelar di Gedung Student Center UIN KH. Abdurrahman Wahid Kajen, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh satuan pendidikan PAUD, TK, SD, dan SMP Negeri maupun swasta se-Kab. Pekalongan, serta berbagai organisasi profesi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK).
Turut hadir dalam forum tersebut Ketua MKKS SMP Kab. Pekalongan, Ketua K3S SD dan TK Kab. Pekalongan, Ketua IGTKI, HIMPAUDI, IGABA, IGTKM, dan IGRA Kab. Pekalongan, serta para guru dan tenaga kependidikan dari berbagai jenjang pendidikan.
Sukirman dalam pernyataanya terkait kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Pekalongan Edu-Summit 2026 yang dinilainya sebagai forum strategis untuk mendorong para guru berdiskusi, berinteraksi, dan merumuskan solusi atas berbagai persoalan pendidikan maupun persoalan sosial di Masyarakat.
“Edu Summit ini sebuah gagasan yang sangat brilian. Guru-guru diajak untuk berinteraksi, berdiskusi, mengeluarkan ide dan gagasan, serta yang tidak kalah penting adalah problem solving-nya luar biasa. Mereka akan mampu memetakan problem-problem yang ada di masyarakat dan juga anak didiknya, sekaligus mengedukasi lingkungannya, baik soal banjir, wisata, longsor, ekonomi, dan seterusnya. Ini sangat keren,” ujar Sukirman.
Ia menegaskan, hasil-hasil pemikiran yang lahir dari forum tersebut tidak akan berhenti sebagai diskusi semata, melainkan akan menjadi bahan pertimbangan Pemda dalam menyusun kebijakan dan rencana kerja.
“Dan hasilnya akan kami ambil, akan kami adopsi menjadi sebuah rencana kerja dari Pemda. Insya Allah tahun 2027 pasti ada yang nyantol dari problem-problem itu,” tegasnya.
Sukirman bahkan menyebut Pekalongan Edu-Summit 2026 sebagai role model yang diharapkan dapat direplikasi di perangkat daerah lain.
Menurutnya, pendekatan serupa juga relevan diterapkan di sektor lain, ini akan menjadi role model.
“Insya Allah dinas-dinas lainnya akan kita dorong ke sana. Pasti di bidang kesehatan itu ya, kepala-kepala puskesmas, apa segala macam, perawat-perawat, itu problemnya banyak sekali,” sebutnya.
Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Pekalongan, Kholid mengungkapkan bahwa forum tersebut memiliki 2 tujuan utama, yaitu meningkatkan mutu pendidik dan tenaga kependidikan, baik formal maupun nonformal, serta memperkuat kompetensi, integritas, dan motivasi para PTK agar mampu menjawab tantangan pendidikan yang terus berkembang.
Selain itu, forum juga menjadi sarana untuk menyelaraskan berbagai kebijakan strategis pemerintah pusat, pemprov, hingga pemda dengan kebutuhan riil yang dihadapi satuan pendidikan di lapangan.
“Kita harus mengamankan dan menyelaraskan seluruh kebijakan, mulai dari Presiden, Menteri Pendidikan, Pemprov Jateng, hingga Pemkab. Pekalongan. Tujuannya agar semua program berjalan searah, terutama dalam mendukung digitalisasi dan program pendidikan bermutu,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Kholid menjelaskan tingginya antusiasme peserta yang mengikuti forum. Tercatat sebanyak 872 peserta dari jenjang PAUD, 1.004 peserta dari SD, dan 184 peserta dari SMP hadir dalam kegiatan tersebut.(kmit/red).










Komentar