oleh

Delapan Kelurahan di Mranggen dan Karangawen Desak Normalisasi Bendung Barang Lewat FGD “Asta Cita untuk Ketahanan Pangan”

Saat FGD di Balai Desa Sumberejo, Kec. Mranggen, Rabu (2/9/2026).

METROPOS.ID II DEMAK – Delapan desa yang tersebar di Kec. Mranggen dan Kec. Karangawen, Kab. Demak, Jawa Tengah mendesak Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Demak, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat untuk segera melakukan normalisasi Bendung Barang guna mengatasi krisis kekeringan yang kerap melanda wilayah tersebut.

Desakan ini mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Asta Cita untuk Ketahanan Pangan” yang diselenggarakan oleh Pemkab. Demak di Balai Desa Sumberejo, Kec. Mranggen, Rabu (2/9/2026).

Camat Mranggen, Yogi Setyawan Widi Nugroho, S.STP, M.M., yang menginisiasi kegiatan tersebut, menegaskan bahwa penanganan kekeringan dan perbaikan irigasi membutuhkan sinergi linsek (lintas sektor) yang kuat antardesa.

“Masalah kekeringan dan irigasi tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri. Melalui FGD ini, kita ingin menyatukan langkah antara Pemkab, Pemdes (Pemerintah Desa), BPD, tomas (tokoh masyarakat), dan perwakilan petani untuk bersama-sama mengawal normalisasi Bendung Barang demi terjaminnya pasokan air untuk pertanian kita,” tegas Yogi.

Kegiatan ini mempertemukan perwakilan dari 8 desa dari 2 kecamatan, yaitu Kec. Mranggen seperti Desa Banyumeneng, Desa Sumberejo, Desa Kebonbatur, Desa Kangkung, dan Desa Kalitengah, sedangkan di Kec. Karangawen antara lain Desa Wonosekar, Desa Margohayu, dan Desa Teluk.

Acara di hadiri DPRD Kab. Demak, DPRD provinsi Jawa Tengah. Adapun acara FGD ini mengusung misi penguatan ketahanan air, air bersih, dan produktivitas pertanian melalui kerja sama antar-desa.

Forum ini diharapkan mampu merumuskan rencana aksi nyata yang melibatkan pemangku kepentingan tingkat daerah hingga pusat. Selain itu acara strategis ini turut menghadirkan sejumlah unsur penting, di antaranya Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Jawa Tengah, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kab. Demak, Kepala Dinpermades P2KB Kab. Demak, serta para Tenaga Pendamping Profesional (TPP) dan unsur desa terkait.

Melalui kolaborasi ini, warga dan Pemda (pemerintah daerah) optimistis ketersediaan air irigasi dapat meningkat, kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi, serta produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di Kab. Demak dapat tercapai secara berkelanjutan.(@ril/red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed