Metropos.id,Boyolali – Tokoh agama Kabupaten Boyolali, mengapresiasi kinerja TNI/Polri dalam menjaga Kamtibmas pada pelaksanaan Pilpres dan Pileg. Hal ini tergambar mulai proses pemungutan suara, rekapitulasi pada PPS hingga PPK di Kecamatan Ngemplak, berjalan jurdil, obyektif, transparan, aman dan Demokratis.
Salah satu tokoh agama sekaligus Pendeta Gereja Baptis Indonesia (GBI) Kecamatan Ngemplak, Pdt Sarono mengatakan kami terus lakukan pantauan kondisi kamtibmas sebelum dan sesudah pesta demokrasi ini, dan kondisi Pemilu 2019 berjalan aman,jurdil, transparan dan demokratis. Kita sebagai warga Negara Indonesia harus hormati dan patuhi siapapun yang terpilih dalam keputusan KPU, hal ini disampaikan Pdt Sarono saat dikunjungi Kapolres Boyolali dan Komandan Kodim 0724/Boyolali, Minggu (5/5/2019)
Kondisi aman dan damai itu, kata dia, selain kesadaran masyarakat, juga karena kinerja dan profesionalitas pihak keamanan Polres Boyolali dan Kodim Boyolali dalam mengawal pemilu 2019 ini. Ketegasan TNI/Polri juga dipandang sebagai hal positif dalam penyelenggaraan pemilu 2019, sehingga semua berjalan baik, aman dan lancar.
Pdt Sarono mengatakan pemilu belum selesai dan penghitungan suara sedang berlangsung. Tahapan ini perlu mendapat perhatian ekstra dari semua pihak. Jika ada masalah yang muncul di tengah-tengah warga karena perbedaan pandangan dan lainnya, itu sesuatu yang wajar dan normal, tetapi masalah itu harus diselesaikan dengan mekanisme dan koridor-koridor hidup orang bersaudara.
Ia berharap kondisi kamtibmas yang stabil baik sebelum dan sesudah pemungutan suara pada 17/5/ 2019, dapat tetap terjaga baik dalam bingkai persaudaraan dan kebersamaan. Kondisi aman dan damai dapat tetap terus terjaga hingga akhir proses Pemilu, lebih khususnya di Kabupaten Boyolali.
“Untuk menjaga kedamaian, keamanan, ketertiban antara satu dengan lain walaupun ada pikiran maupun sikap yang berbeda,” pungkasnya.(Mul/Red).












Komentar