METROPOS.ID, KAB. PEKALONGAN – Ditengah maraknya sistem penjualan online yang kini menjadi trend, menuntut para pelaku usaha untuk mengerti dan memahami segala hal yang berkaitan dengan bisnis online. Tak terkecuali para pelaku UMKM di Kab. Pekalongan. Hal inilah yang mendasari Koperasi Juragan UMKM Sejahtera Kab. Pekalongan mengadakan Seminar Bisnis UMKM dengan tema Strategi UMKM berdagang di era new normal, yang menghadirkan 2 keynote speaker, yaitu Asip Khobihi SH.,M.Si (Bupati Pekalongan) dan Fitra Jaya Saleh (Trainer Bisnis Nasional) sebagai narasumber. Seminar digelar di Pendopo Kab. Pekalongan pada Minggu (20/9/2020) pagi, diikuti para peserta seminar dari kalangan pelaku UMKM.
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si dalam sambutannya mengatakan tujuan seminar adalah dalam rangka berikhtiar bagaimana cara melakukan pemasaran online, dan Ia menegaskan bahwa Kunci utama dari bisnis online adalah kesabaran dan ketekunan. Tentunya hal Ini butuh trik atau cara tersendiri.
“Di Kab. Pekalongan, binaan dari juragan UMKM ini Allkhamdulilah sudah banyak yang berhasil. Setidaknya yang berhasil itu kita klasifikasi menjadi dua, yang sudah besar, omsetnya sebulan bisa sampai 10 Milyar, jumlahnya sekitar 7 orang. Kemudian klasifikasi sedang, jumlahnya hampir 100 orang. Omsetnya 2-5 Milyar per bulan,“ ucap Bupati.
Kepada peserta seminar, Bupati menerangkan bahwa mereka punya produk, kemudian bagaimana produk dikenal orang. Setelah dikenal bisa memantik daya beli orang atau biasa disebut dengan produk yang marketable atau sangat masar produknya.
Lebih lanjut, dikatakan pula Kab. Pekalongan sudah punya keunggulan, yaitu sebagai daerah penghasil industri konveksi dan turunannya terbesar di Indonesia.
“Kita menjadi produsen batik terbesar. Ironinya, yang melakukan pemasaran batik-baik kita itu adalah dari luar. Itu sah-sah saja. Kota Pekalongan adalah salah satu etalase dari produk-produk batik Kab. Pekalongan,“ paparnya.
Menurut Bupati di masa sekarang melakukan pemasaran lebih mudah karena bisa mengekspose atau melakukan pengenalan supaya produk-produk dikenal secara baik melalui media massa.
“Secara prinsip kalau kita bisa memasarkan produk sendiri, maka multibuyer efek nya akan lebih baik,“ tegasnya.
Selanjutnya Bupati mengajak melakukan gerakan pemasaran online untuk membantu para produsen yang ada di Kab. Pekalongan, karena selama masa pandemi 6 bulan terakhir, barang menumpuk di gudang. Dan Bupati mengatakan pemerintah nanti akan menfasilitasi selain dari juragan UMKM juga menfasilitasi antara produsen dengan para pemasaran.
Bupati juga menambahkan bahwa ada problem mendasar dari bisnis online ini, yang kaitannya dengan strategi, tapi problem mendasar yang harus disiapkan terlebih dahulu adalah bagaimana para pelaku UMKM memperbanyak admin. Admin-admin dilatih dan ada admin yang khusus menangani produk untuk dijual di pasar online.
Sementara itu Taufik selaku Ketua Juragan UMKM Kab. Pekalongan mengatakan Juragan UMKM ini dulu diawali hanya dari 33 orang. Setelah pembinaan rutin yang dilakukannya, jumlahnya terus berkembang hingga sekarang ada 2483 orang.
Taufik berharap Bupati punya kebijakan dengan mengerahkan gerakan ayo online, yang pada akhirnya pedagang-pedagang besar yang online di Pekalongan mereka tidak kesulitan cari admin. Selain itu diharapkan setelah seminar tersebut di Kab. Pekalongan betul-betul ada gerakan jualan online yang luar biasa. Karena 70 % produsen pedagang Pekalongan yang menjual produknya justru orang lain. Ia juga mengharap Bupati mencarikan tempat untuk produk yang tidak bisa dionline kan.
“Harapan saya setelah pelatihan ini kita ada gerakan yang luar biasa untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi UMKM,“ pungkasnya. (Mit/Red).












Komentar