oleh

Polres Kendal Siagakan1000 Personil Gabungan Amankan Arus Mudik

-News-132 views

Metropos.id,Kendal – Polres Kendal menyiapkan 1.000 personel untuk mengamankan pelaksanaan arus mudik/balik Lebaran 2019. Mereka masih akan dibantu TNI, unsur pemeritah seperti Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satpol PP dan unsur terkait lainnya.

‘’Kami siapkan 6 titik pos yang terdiri atas 2 pos pelayanan, 1 pos terpadu, dan 3 pos pengamanan. Selain itu juga didirikan lebih dari 20 sub pos pengamanan yang tersebar di seluruh Kabupaten Kendal,’’ kata Kapolres Kendal AKBP Hamka Mappaita seusai memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi 2019 yang digelar di halaman Mapolres Kendal, Selasa (28/5/2019).

Gelar pasukan diikuti antara lain Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, PMI, Orari, dan organisasi kemasyarakatan.

Dia mengatakan, pos terpadu direncanakan didirikan di Weleri. Sebab di sana merupakan exit Tol Semarang – Batang dan tidak menutup kemungkinan terjadi kemacetan arus lalu lintas.

‘’Kami siapkan sejumlah kamera CCTV untuk memantau kondisi arus lalu lintas,’’ terangnya.

Kapolres menambahkan, sejumlah persiapan juga dilakukan seperti memasang rambu penunjuk arah, antisipasi kecelakaan di Jalan Arteri Lingkar Kaliwungu, patroli pengamanan.

‘’Operasi Ketupat Candi 2019 berlangsung hingga 13 hari ke depan. Setelah apel personel yang mendapat tugas akan langsung menempati pos pengamanan,’’ jelasnya.

Sementara itu Bupati Kendal Mirna Annisa mengatakan, Pemkab Kendal selalu berkoordinasi dengan Polri, TNI, dan lain sebagainya untuk melaksanakan pengamanan arus mudik/balik Idul Fitri. Keberadaan jalan tol bisa membantu mengurangin kepadatan arus lalu lintas di jalur pantura Kendal.

‘’Antisipasi kemacetan disiapkan petugas gabungan untuk mengurai ketersendatan arus lalu lintas,’’ imbuhnya.

Dandim Kendal Letkol Inf Ginda M Ginanjar, menambahkan, pihaknya menerjunkan satu Satuan Setingkat Peleton (SST) untuk mengamankan pelaksanaan arus mudik/balik.

‘’Mereka akan bergabung dengan personel Polri, pemerintah untuk berjaga di pos-pos yang telah disiapkan,’’ jelas dia.

Setelah upacara dilanjutkan dengan pemusnahan 3.258 botol minuman keras dari berbagai mereka hasil razia penyakit masyarakat yang dilakukan sejak awal Ramadan. (Eko/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed