METROPOS.id, Semarang – Kedung Balong yang terletak di Dusun Ngrawan, Desa Ngrawan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang adalah tempat sumber mata air yang di manfaatkan warga sekitar untuk kehidupan sehari-hari.
Sayangnya sumber mata air Kedung Balong Ngrawan ini tidak terawat dan tertimbun banyak lumpur, sehingga banyak sumber dari mata air yang tertutup mengakibatkan debit air yang keluar menjadi berkurang.
Sumber air dari Kedung Balong Ngrawan ini biasanya mengaliri beberapa Desa, di antaranya Desa Polobugo, Padan, Karang Ombo, Breon, Metes, Koang hingga Desa Slowok. Karena terjadi kemarau yang cukup panjang, mengakibatkan sumber mata air dari kedung balong debit sumber airnya berkurang dan tidak mampu lagi mengairi sampai desa-desa tersebut.
Dulu tempat ini juga pernah menjadi tempat wisata, karena keberadaannya di atas sumber mata air dan dinilai mengganggu kelestarian alam maka tempat ini di tutup oleh perangkat desa setempat. Akibat kemarau panjang banyak desa yang mengalami kekeringan dan membutuhkan air.
Kadus Ngrawan, Hartini mempunyai ide dan gagasan untuk menormalisasikan Kedung Balong dari timbunan lumpur.
Ide dan gagasan inspiratif dari Kadus Hartini yang didukung oleh warga, melalui proses yang cukup panjang akhirnya terwujud dengan disetujuinya oleh perangkat Desa setempat.
Aktifitas normalisasi kedung tersebut sudah terlihat dengan diturunkannya 2 alat berat untuk mengeruk lumpur yang menutupi sumber mata air Kedung Balong tersebut. Proses mengerukan lumpur sudah dimulai sejak Minggu tanggal 4 Nopember 2019 dan sudah berjalan hingga sekarang.
Saat ini sedikitnya 70 truk sudah di terjunkan untuk mengangkut lumpur Kedung tersebut. Dengan dikerjakannya normalisasi kedung ini, Kadus Ngrawan berharap agar Pemda segera turun tangan untuk segera membuatkan tanggul agar tanah pembatas tidak longsor dan menimbun sumber mata air Kedung Balong kembali. Karena untuk saat ini dana normalisasi Kedung Balong di ambilkan dari Dana Desa yang sudah di rapatkan dan disepakati oleh perangkat Desa setempat.
“Dengan normalisasi ini diharapkan sumber air kedung tersebut airnya bertambah dan bisa mengairi beberapa Desa disekitar yang terdampak kekeringan akibat kemarau panjang,” tutur Kenciz salah satu warga Ngrawan. (Nang/Red).












Komentar