METROPOS.ID, SOLO – Pemerintah telah menyatakan wabah virus korona sebagai bencana nasional yang harus disikapi secara serius penanganannya. Semua pihak diminta bersinergi mencegah sebaran virus yang belum ada vaksin penangkalnya ini agar tak meluas.
Di Kota Solo, upaya pencegahan dilakukan diantaranya dengan menyemprotkan cairan disinfektan ke sejumlah fasilitas umum (fasum) diantaranya, masjid, gereja, sekolah dan pasar. Khususnya pasar hewan juga dibarengi dengan pemusnahan kelelawar, dan codot yang diduga sebagai biang virus.
Hanya saja, langkah itu oleh sejumlah tokoh dinilai belum efektif, lantaran sejak ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) korona dan disusul himbauan pembatasan aktivitas sosial, rupanya tak sepenuhnya dipatuhi.
Selain itu, sejumlah fasum yang dikelola swasta seperti pusat perbelanjaan modern, kantor – kantor bank, dan hotel belum muncul greget untuk serentak melakukan upaya pencegahan dengan melakukan penyemprotan bekerja sama dengan instansi terkait.
“Terus terang saya kecewa dengan sikap para pelaku usaha di Kota Solo. Mereka belum terlihat mengambil bagian untuk ikut memerangi virus yang jelas membahayakan nyawa manusia ini. Dalam kondisi seperti sekarang, jangan berpikir untung- rugi, ” kata penggiat sosial Kota Solo, BRMH Kusumo Putro, Sabtu (21/3/2020).
Hampir semua pusat perbelanjaan modern, perkantoran swasta, dan hotel di Solo, menurut Kusumo belum terlihat melakukan upaya pencegahan dengan penyemprotan disinfektan, atau upaya lain untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak dari wabah. Baik yang terdampak secara kesehatan, dan secara ekonomi.
Dihubungi terpisah, anggota DPRD Solo Ardianto Kuswinarno mengatakan, semestinya perkantoran swasta maupun pusat perbelanjaan modern dan hotel bisa melakukan upaya mandiri untuk penyemprotan disinfektan bekerjasama dengan DLH, BPBD, PMI maupun Dinas Kesehatan.
“Mereka bisa mengajukan penyemprotan berkoordinasi terlebih dulu dengan instansi terkait tersebut. Karena penyemprotan disinfektan kan tidak bisa sembarang orang melakukan, terutama untuk komposisi campuran bahan yang digunakan. Harus betul – betul sesuai,” jelasnya.
Sementara, anggota DPRD Solo lainnya, Muhammad Al Amin menyarankan agar dalam pembuatan disinfektan bisa dilakukan secara mandiri, kepada instansi maupun dinas terkait bisa menerbitkan tutorial tentang cara membuat disinfektan maupun hand sanitizer.
“Jadi agar upaya pencegahan ini efektif, tidak ada salahnya jika masyarakat yang ingin membuat disinfektan atau hand sanitizer secara mandiri diberikan sedikit ilmu meramu bahan – bahan itu,” imbuhnya.
Seperti diketahui, harga sejumlah barang yang berhubungan dengan penanganan wabah virus korona, seperti masker, hand sanitizer dan bahan baku untuk membuat disinfektan naik tak wajar, hingga terjadi kelangkaan.
Hal ini telah memicu persoalan baru ditengah masyarakat yang resah dalam melindungi diri dari potensi terpapar virus Covid-19. (Naura/Red).












Komentar