METROPOS.ID, BOYOLALI – Kaum Difabel sering sekali dipandang sebelah mata bagi sebagian besar masyarakat kita. Bahkan Fasilitas untuk kaum difabel sangat terbatas sekali di kehidupan bermasyarakat, padahal mereka sebenarnya sama dengan orang normal biasa yang ingin sekali diterima tapi bukan dikasihani.
Bahkan kaum difabel yang serba terbatas ini sekarang lebih kreatif, ditengah merebaknya wabah COVID 19 mereka memproduksi masker untuk dibagikan gratis kepada masyarakat miskin.
Komunitas Difabel Ampel (KDA) Sardi (47), yang juga penyandang disabilitas mengaku senang bisa membantu sesama. Masker dari kain tersebut sebagian dijahit di rumahnya di Dk. Banjarrejo, RT 2/RW 14, Ds. Candi, Kec. Ampel yang juga sebagai tempat pelatihan difabel.
Bahkan, dia juga membuka pelatihan kerajinan bagi kaum difabel di rumahnya secara gratis. Ada kursus reparasi TV dan barang elektronik, perbaikan lampu dan kerajinan dari tempurung kelapa.
“Kegiatan produksi masker ini sudah berjalan sekitar hampir 1 bulan, kalau kegiatan kursus sudah 2 tahun dan peserta pelatihan yang mandiri mencapai 90- an orang,” kata Sardi, Rabu (8/4/2020).
Dijelaskan, selain kendala tempat, pihaknya juga memperhatikan kondisi penjahit yang tidak bisa mudah bepergian. Pasalnya, para penjahit juga penyandang difabel.
“Kami mengalah dengan mengirimkan bahan ke rumah para penjahitnya. Setelah jadi, kami ambil,” jelasnya.
Masker tersebut selain dibagikan ada yang dijual dengan harga murah, dengan harga berkisar Rp 2.000 s/d Rp 3.000/biji. Ada yang dijual senilai modal yang dikeluarkan. Bahkan, ada pula yang dibagikan gratis bagi kalangan difabel.
“Penjualan selain di Boyolali, juga merambah kota lain seperti Salatiga dan Solo. Sejumlah instansi pemerintah dan swasta juga membeli masker buatan difabel ini,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Dwiadi Agung Nugroho, anggota DPRD Boyolali dari Dapil Ampel, Boyolali Kota dan Mojosongo. Pihaknya berharap, usaha tersebut bisa terus berkembang.
“Kaum difabel ternyata mampu berkreasi, terbukti mereka bisa membuat aneka kerajinan dan reparasi TV,” tutupnya. (Mul/Red).












Komentar