oleh

“Kiamat Sudah Dekat”, Puluhan Warga Sempu Boyolali Tinggalkan Kampung Halaman

-News-644 views

Metro Pos.id, Boyolali – Warga Boyolali Utara,tepat nya di Dusun Jenglong, Desa Sempu, Kecamatan Andong. Di hebohkan dengan isu Kiamat Sudah Dekat, beberapa warga yang percaya isu tersebut bahkan pergi ke Malang dengan menjual harta benda mereka seperti tanah dan rumah.

Diketahui,Sebanyak 11 Kartu Keluarga (KK) dengan total anggota 38 orang pergi ke Pondok Pesantren Miftahul Falahil Mubtadin asuhan Muhammad Romli di Dusun Pulosari, Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Jatim.Perginya 11 keluarga itu disebabkan kepercayaan mereka bahwa kiamat yang sebentar lagi tiba dan didahului jatuhnya meteor di wilayah Jawa Tengah serta bencana alam selama tiga tahun berturut-turut.

Mereka merupakan pengikut Tarekat Musa yang dibawa seorang warga setempat bernama Agus Salim. Ajaran ini diduga sama seperti yang tersebar di Desa Watubonang, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.Kepala Desa Sempu, Suyatna, menyebutkan isu kiamat sudah dekat ramai di kalangan warga Jengglong sejak 1 Maret lalu kemudian warga secara berangsur-angsur meninggalkan rumah hingga 3 Maret 2019.

“Mereka pergi begitu saja, tanpa izin kepada desa,” terangnya, Sabtu (23/3/2019).

Menurut cerita Suyatna, ada juga beberapa keluarga yang pergi bersama-sama membawa gabah sebanyak 14 ton. Gabah itu akan menjadi cadangan makanan selama tiga bulan tinggal di pondok, yaitu Rajab, Ruwah, dan Ramadhan.Pihaknya telah melaporkan kejadian yang menimpa warganya kepada Muspika Kecamatan Andong dan Polsek setempat dengan harapan segera ditemukan jalan keluar.

“Jika ada yang mau pergi ke Malang untuk alasan beribadah pemerintah desa juga bingung mau melarang,” ungkapnya.

Pihaknya menyayangkan anak – anak yang keluar dari sekolah begitu saja untuk pergi ke Malang padahal ada yang akan menjalankan ujian nasional.Menurut sejumlah warga rumah Agus Salim sudah menjadi pusat kegiatan keagamaan tersebut lebih dari satu tahun. Namun, tidak ada gelagat aneh yang ditunjukkan dalam ritual keagamaan di sana.

“Ya seperti orang nahdliyin pada umumnya, setelah salat ,kemudian dzikir,tidak ada bacaan yang aneh,” jelasnya.

Dari pengamatan pada pintu utama rumah yang terbuat dari kayu terdapat ukiran yang bertuliskan “Musa Mania” dan “Amaliyah Ash-Sholihiyah”. Di jendela kaca juga terdapat sebuah stiker berwarna hijau.

Terdapat tulisan Musa As yang merupakan akronim dari Mulyo, Sugih, Ampuh asal Sendiko Dawuh. Terdapat pula tulisan Arab yang berarti dan kepada Allah lah maka bertawakal orang – orang beriman. Ismail kemudian menunjukkan rumah-rumah milik warga yang ditinggal pergi ke Malang. Rumah tersebut sepi dan kosong ditinggal pemiliknya.

“Namun sebagian belum dijual,” jelas Ismail yang saat itu ditemani beberapa warga lainnya.(Mul).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed