Metro Pos.id, Grobogan – Hartoyo atau akrab di panggil Gus Zainal adalah salah satu sosok penyuka benda – benda bersejarah, salah satunya gemar mengkoleksi berbagai jenis pusaka keris. Berbagai macam jenis bentuk pusaka keris peninggalan leluhur zaman kuno hampir menghiasi seluruh sudut rumahnya. Bukan hanya keris namun juga berbagai jenis tombak peninggalan dari kerajaan zaman dulu juga ada.
Setidaknya ada ratusan benda pusaka dan keris, sehingga tak heran jika kediamanya yang beralamat di Dusun Gulang Pojok, Rt. 01/01 Desa Harjowinangun, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, phone. 081914442418, tak pernah sepi oleh para tamu dari berbagai daerah untuk minta do’a (suwuk) ataupun sekedar silaturahmi biasa.
Di sela – sela kesibukannya menjamas benda pusaka Keris menuturkan jika keris itu merupakan salah satu produk budaya yang masih bertahan melampaui bentangan waktu ribuan tahun karena dianggap memiliki fungsi Spiritual maupun sakral bahkan ada nilai magisnya.
Selain itu, pusaka Keris juga memiliki makna sebagai arti khusus. Pemaknaan Keris sebagai sifat kandel yang bermakna sebuah Pusaka (tosan aji) yang sangat personal bagi pemiliknya. Dengan begitu, eksistensi Keris bermakna sinengker (bahasa Jawa, artinya bersifat rahasia). Keberadaannya sudah tentu tidak bakalan ditunjuk kepada sembarang orang tertentu.
“benda yang memiliki kesakralan, dapat menjadi washilah (perantara) tabir kesuksesan bagi masyarakat dan segala profesi pekerjaan,” tuturnya.

Menurut Da’i, yang pernah mengegerkan jagad Metafisika melalui amalan Sholawat Pohon Uang tersebut mengungkapkan, jika para Empu dalam pembuatannya mengetahui secara detail dan karakter setiap Keris-Keris yang dibuatnya, serta mengetahui model, hingga pernak-pernik ornamental (ricikan) kecil hiasannya, karena Keris memiliki makna masing – masing sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan oleh Empu, baik itu Keris lurus (lajer) maupun berlekuk (luk).
”Yang jelas, bila benda sudah diberi muatan nilai, akan memiliki nilai subyektivitas tertentu,” kata murid KH. Thorehan Alhadi, yang pada masanya merupakan penasehat Spiritualis Soeharto, Presiden Republik Indonesia ke-2.
Da’i, yang memiliki ilmu hidayah dan kasepuhan serta terkenal doanya mustajab ini melihat, Pemimpin Negara, yang memiliki kharismatik tak pernah luput dari peran Pusaka, yang dinilai memiliki nilai Spiritualis. Salah satunya adalah Presiden Soekarno, yang dikenal sebagai seorang yang visioner dan rasional.
Namun meski begitu, kehidupan sehari-hari Sang Proklamator tak luput dari hal-hal yang bersifat Spiritual-budaya. Bung Karno, dipercaya memiliki sejumlah benda Pusaka. Bahkan, Tongkat Komando yang dimilikinya dipercaya merupakan salah satu Pusaka. Tongkat komando, terbuat dari kombinasi kayu, gading dan perak berukir itu, konon berisi sebilah tombak kecil yang sakti mandraguna.
”Selain Tongkat Komando, Bung Karno juga dipercaya memiliki sejumlah Keris Pusaka. sebilah Keris berwarangka Sandang Walikat berlapis silih asih emas dan perak,” katanya.

Gus Zainal juga menceritakan kalau Presiden RI ke-2, Soeharto, juga akrab dengan dunia kebatinan dan kejawen. Kabar “keakraban” Soeharto dengan hal-hal klenik bisa dibuktikan dengan banyaknya benda-benda Pusaka yang di memilikinya . Bahkan diperkirakan tak kurang dari sekitar 2000 Pusaka yang dimiliki Soeharto.
Beberapa Keris yang berada di rumahnya diantaranya bernama Berdapur Sengkelat, Sabuk Inten, Pendowo Lare, Tilam, Brojol, Kebolajer, dan lain-lain. Dengan aneka pamor mulai Udan Mas Tiban, Belarak Sineret, Beras Tumpah, Ngulit Semongko, Lintang Kemukus, serta banyak lagi.
Dari beberapa Pusaka yang dimiliki beliau, pernah dipakai beberapa Pejabat pada saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan para pelaku bisnis untuk memenangkan tender-tender proyek, bahkan artis Ibu Kota pernah memesan Keris koleksinya. Hingga sekarang Gus Zaenal tak pernah lepas dari koleksi benda pusaka keris.(Red).












Komentar