METROPOS.id, Blora – Setelah di lakukan penangkapan pelaku pembunuhan terhadap Deny (16) yang mayatnya di masukan ke dalam karung dan di buang ke dalam hutan, jajaran Polres Blora langsung menggelar rekonstruksi pembunuhan.
Ada 33 adegan yang diperagakan oleh ketiga orang pelaku. Sedangkan proses rekontruksi pembunuhan sendiri dilakukan di 4 titik lokasi yang berbeda.
Namun ada pemandangan yang berbeda dari rekonstruksi tersebut. Pasalnya warga nampak menyemut di sekitar lokasi rekonstruksi, warga penasaran ingin melihat lebih dekat, dan pingin tahu bagaimana pembunuhan tersebut bisa terjadi.
Lokasi pertama digelar di rumah salah satu pelaku bernama Amek (buron) di Desa Pilang Kecamatan Randublatung. Di lokasi ini, tiga orang pelaku sempat mengajak korban untuk minum obat komik. Usai dari rumah Amek, para pelaku selanjutnya berkumpul dengan empat pelaku lainnya di sebuah pos ronda untuk pesta minuman keras.
Dari pos ronda, pelaku menuju sebuah embung kecil yang berada di tengah sawah. Di lokasi ini, para pelaku bersama korban kembali menggelar pesta miras. Usai pesta miras, ketujuh pelaku lalu menganiaya korban (Deny).
Sementara itu Kasatreskrim Polres Blora AKP Herry Dwi Utomo menjelaskan, rekonstruksi dilakukan sebagai bentuk sinkronisasi antara hasil keterangan dalam berkas acara pemeriksaan (BAP) dengan fakta di lapangan.
“Jadi apabila ada keterangan yang kurang benar, bisa diperbaiki dengan rekonstruksi ini,” ungkapnya saat memantau langsung jalannya rekontruksi.
Menurutnya, rekonstruksi ini masih belum sempurna, karena masih ada 4 pelaku yang belum tertangkap.
“Nanti kita gelar rekontruksi lagi jika semua pelaku sudah tertangkap,” imbuhnya.
Sebelumnya, jasad Deny ditemukan seorang penggembala sapi terbungkus karung di hutan jati di petak 113 Desa Kalisari Kecamatan Randublatung Blora, pada Kamis (11/7/2019) lalu. Setelah polisi berhasil mengidentifikasi mayat korban, 3 orang pelaku berhasil diamankan. Sementara 4 pelaku lainnya masih buron.(Fa/Red).












Komentar