METROPOS.id, Boyolali – Kasus Ibu aniaya anak kandungnya hingga meninggal menjadi perhatian warga, karena rekontruksi digelar di rumah tersangka (SW), di Dukuh/Desa Tanduk, Kecamatan Ampel. Bahkan terdengar bisik – bisik dari para tetangga yang menyesalkan suami pelaku yang juga ayah tiri korban tidak tampak batang hidungnya.
Dalam kesempatan itu tersangka memeragakan 8 adegan penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa FFS (6) yang tak lain adalah anak kandungnya sendiri.
Sementara itu Kasat Reskrim Polres Boyolali, Iptu Mulyanto mengatakan bahwa Iwan suami pelaku tidak hadir di lokasi.
“Iya, suaminya tidak ada di sini karena alasan pekerjaan,” terangnya di Sela – sela kegiatan rekonstruksi, Selasa (13/8/2019).
Menurut Mulyanto, berdasarkan pemeriksaan terhadap tersangka dan sejumlah saksi, Iwan memang tidak terlibat dalam kekerasan, Iwan tidak sedang berada dirumah karena tengah bekerja sebagai sopir pocokan.
Salah seorang warga sekitar yakni Budi Utomo (32) menyayangkan ketidakhadiran Iwan suami pelaku dalam rekontruksi tersebut.
“mestinya Iwan hadir dalam rekonstruksi tersebut, karena ini adalah musibah yang menimpa keluarganya,” tuturnya.
Sementara itu, Yanto (39) teman kecil Iwan mengatakan, semestinya Iwan berada di lokasi untuk memberikan dukungan moril kepada sang istri.
“Meskipun tidak mendampingi istri secara langsung, mestinya dia menampakkan diri lah, karena sebenarnya masih berada di sekitar Ampel, tidak berada di luar Kota. Dan Iwan sering kelihatan bersama perempuan lain di Pasar Ampel,” imbuhnya. (Mul/Red).












Komentar