METROPOS.id, Boyolali – Dampak kemarau panjang, membuat wilayah Boyolali Utara mengalami kekeringan. Banyak warga membutuhkan bantuan air bersih, untuk kebutuhan sehari hari.
Sejak beberapa bulan terakhir, sumur warga semakin mengering sehingga mereka terpaksa membeli air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Bagi yang tidak mampu, terpaksa harus menempuh jarak beberapa kilometer untuk mengambil air di sumber atau kedung yang masih tersisa air.
Kekeringan saat ini tak hanya dirasakan warga Boyolali utara seperti wilayah, Kecamatan Juwangi, Kemusu, Wonosegoro, Wonosamudro dan sekitarnya. Namun, kekeringan dan kesulitan air bersih juga sudah dialami sebagian masyarakat Kecamatan Simo dan Sambi.
Sementara itu Budiyanto (46), tokoh masyarakat Dusun Grenjeng, Desa Trosobo, Kecamatan Sambi, Minggu (15/9/2019) menuturkan bahwa bantuan air bersih terus mengalir, baik yang dikoordinasi Pemkab Boyolali maupun kelompok elemen masyarakat seperti di Kecamatan Sambi, Desa Trosobo setidaknya ada 5 dukuh di sejumlah desa yang kesulitan air bersih.
Selain di Grenjeng, kekeringan juga dialami warga Dusun Banaran, Dusun/Desa Ngaglik dan Dusun Giriloyo, Desa Cermo, Kecamatan Sambi.
Dikatakan Budiyanto, sejak 3 bulan lalu sumur-sumur warga mengering dan warga harus membeli air bersih. Jika tidak, maka warga harus mengambil air ke kedung yang berjarak sekitar 2 kilometer.
“Biasanya beli air satu jeriken Rp 2.500, tiap hari ada yang keliling jual air,” terangnya.
Sementara itu, bantuan air bersih terus disalurkan Pemkab Boyolali serta elemen masyarakat yang peduli. Bantuan air bersih di antaranya disalurkan Pajero Sport Club (PSC) Soloraya. Sebanyak 30 tangki air bersih disalurkan ke beberapa wilayah di Boyolali dan Karanganyar.
“Di Boyolali kami salurkan ke masyarakat Grenjeng dan sekitarnya, serta di Desa Repaking, Kecamatan Wonosamudro. Sedangkan di wilayah Karanganyar kami salurkan ke wilayah Ngrawan, Krendowahono,” kata Seksi Sosial PSC Soloraya, Widiyanto, Sabtu (14/9/2019).
Penyaluran bantuan air bersih ini menurut Widiyanto, merupakan agenda rutin bulanan PSC Soloraya, yakni kegiatan bantuan sosial dan pengajian. Dijelaskannya, sesuai dengan visi misi PSC, yakni memberikan manfaat bagi anggota dan masyarakat banyak.
Presiden PSC Soloraya, Agus Sunaryo menambahkan, sejak terbentuk hampir 2 tahun lalu, Bansos dan pengajian menjadi kegiatan rutin PSC Soloraya. Terkait Bansos menurut dia disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang menjadi sasaran.
“Saat ini kan yang paling dibutuhkan yakni air bersih, sehingga agenda Baksos bulan ini penyaluran air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.
Lebih lanjut Agus mengatakan, selain kegiatan Bansos yang rutin diagendakan setiap bulannya, PSC Soloraya juga pasti menggelar Bansos saat ada kegiatan temporari. Saat ini setidaknya menurutnya sudah sekitar 130 anggota yang bergabung dengan PSC Soloraya dan aktif berkegiatan yang bermanfaat.(Mul/Red).












Komentar