METROPOS.id, Sukoharjo – Sepakat melarang pengunjung pacaran, pengelola dan paguyuban pedagang Taman Pakujoyo, Gayam, Sukoharjo memasang sejumlah papan peringatan. Bagi yang nekat, terancam bakal diceburkan ke kolam, atau telaga, tak jauh dari taman.
Hal ini dilakukan setelah adanya unggahan foto sepasang remaja di siang hari, tengah bermesraan di taman tersebut hingga viral menuai komentar negatif masyarakat.
Selaku penanggung jawab pengelolaan taman, Lurah Gayam, Havid Danang ditemui, Rabu (20/11/2019) mengatakan, tujuan dipasangnya papan peringatan untuk mencegah ruang publik tersebut digunakan berbuat hal – hal tidak senonoh, semisal pacaran sambil bermesraan.
“Dulu, sebelum taman ini tertata rapi kan sering digunakan untuk pacaran. Setelah kami kelola dengan baik, melibatkan masyarakat, sekarang menjadi tempat tujuan wisata tidak hanya bagi warga Sukoharjo saja, tapi juga warga luar Sukoharjo juga kesini,” terangnya.
Seiring perkembangan waktu, mengingat sekarang sudah menjadi wahana wisata edukasi bagi anak – anak, maka akan menjadi tidak baik jika ternyata taman kebanggaan masyarakat Sukoharjo ini disalahgunakan untuk perbuatan mesum.
“Kami miris, ada sebagian remaja menggunakan tempat ini sebagai sarana berpacaran. Dari paguyuban pedagang dan kami selaku pembina sebenarnya merasa geram. Sering kami ingatkan, tapi mereka suka ada yang membandel,” ujar Havid.
Hingga pada puncaknya, ada pengunjung sepasang remaja tertangkap basah bermesraan ditaman disiang hari. Sepasang remaja yang tak disebutkan identitasnya ini, langsung digelandang keluar dari taman oleh petugas Trantib Kelurahan untuk dilakukan pembinaan.
“Mereka ketahuan berciuman didepan banyak orang. Ini sangat tidak pantas dan kurang baik untuk edukasi, dan moralitas. Apalagi perbuatan itu dilihat anak – anak yang sedang berada ditaman,” ucap Havid.
Akhirnya paguyuban pedagang bersama pihak Kelurahan Gayam selaku pengelola sekaligus pembina bersepakat memberikan hukuman agar ada efek jera yakni, jika ada temuan orang sedang berpacaran maka akan diceburkan ke telaga rame – rame. (Naura/Red)











Komentar