oleh

Pemkab Boyolali Berhasil amankan Rp 10,5 Trilyun aset Desa

METROPOS.id, Boyolali – Menjelang pergantian tahun, Inspektorat Kabupaten Boyolali Gelar Pengawasan Daerah (Larwasda) tahun 2019. Acara digelar di Ruang Merbabu Kantor Bupati Boyolali, Selasa (17/12/2019).

Sementara itu Kepala Inspektur Inspektorat Daerah Kabupaten Boyolali, Insan Adi Asmono mengatakan bahwa dalam rangka mengamankan aset desa, Pemkab Boyolali telah berhasil melakukan pendataan aset desa atau register aset desa senilai Rp 10,5 triliun.

“Sampai saat ini Boyolali sudah mulai akan mengamankan aset sebesar Rp 10,5 triliun bagi aset-aset milik desa. Kami berharap Boyolali tetap berintegritas bermanfaat dan maju untuk Boyolali,” ungkap Insan.

Hal tersebut disambut baik Bupati Boyolali, Seno Samodro dengan adanya pengamanan aset desa, Pemkab Boyolali dapat mengaudit aset desa melalui dana desa. Hal tersebut mengingat dana desa di Kabupaten Boyolali kini telah menggunakan sistem pembayaran non tunai atau non cash transaction (NCT) dalam pengelolaan keuangan.

“Jadi dibayar tidak boleh pakai cash tapi semua dengan transfer. Harapan saya ini akan mengurangi penyimpangan. Kalau sudah seperti itu, tertib administrasi, akuntabilitas bisa dipertanggungjawabkan,” terang Bupati Seno.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Seno sekaligus melaunching Monitoring Center for Prevention Pemkab Boyolali, e-Audit, e-Whistleblowing System dan Register Aset Desa. Selain itu, diserahkan pula beberapa penghargaan gelar pengawasan daerah Kabupaten Boyolali. (Mul/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed