METROPOS.id, Sukoharjo – Ikatan Keluarga Besar Ibu – Ibu (IKABI) Universitas Veteran Bangun Nusantara (UVBN) Sukoharjo menggelar bakti sosial (baksos) menyambut peringatan Hari Ibu dengan anjangsana ke sejumlah ibu -ibu mantan karyawan kampus.
Sri Suyatmi (86) warga Perum Jombor Permai, Sukoharjo, mantan karyawan bagian kepegawaian semasa UVBN masih menjadi IKIP, tak mampu menahan tetes airmatanya saat mendapat kunjungan pengurus IKABI, Jum’at (20/12/2019).
Dengan duduk dikursi roda, perempuan yang pensiun di usia 65 ini menatap dengan seksama satu persatu tamu yang datang menyalami dan kemudian memeluknya. Meski tubuhnya telah renta dan pendengarannya berkurang, namun daya ingatnya masih baik.
Sambil mengusap pipi yang dibasahi airmata, ia menyapa dengan menyebut nama tamu yang wajahnya samar – samar masih dingatnya. Haru dan bahagia seketika menyeruak dalam perjumpaan itu, meski tidak berlangsung lama.
“Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih,” ucapnya parau dengan kalimat terbata – bata.
Ketua IKABI Ariana Sugiarti yang memimpin kunjungan mengatakan, ini merupakan bakti sosial dengan tujuan meningkatkan kepedulian sosial terutama kepada anggota IKABI yang sudah purna tugas.
“Dulu Ibu Sri ini setiap ada undangan dari kampus, seperti halal bi halal dan kegiatan lain masih sering datang. Tapi karena sekarang sudah sepuh (lanjut usia-Red) dan sakit – sakitan, maka kami yang datang menenggoknya,” katanya.
Kunjungan kerumah mantan karyawan yang juga salah satu anggota IKABI, menurut Ariana merupakan penghormatan kepada orang tua, dan menjaga tali silaturahmi antara kampus dengan mantan karyawan maupun mereka yang berjasa bagi kemajuan UVBN.
“Jadi setiap ada pertemuan IKABI, kami selalu menyisihkan sebagian rejeki untuk disumbangkan. Seandainya hasilnya kurang banyak ya kami tambahi. Dengan cara inilah, kami belajar mengamalkan kepedulian sosial itu ” terangnya.
Selain terhadap ibu – ibu mantan karyawan, panti jompo juga tak luput dari perhatian IKABI untuk dikunjungi. Bahkan tiap tahun bantuan bea siswa juga diberikan kepada anak – anak panti asuhan, maupun ke Sekolah Luar Biasa (SLB). (Naura/Red).












Komentar