oleh

Meriah, Ganjar Ketemu Tarzan Main Ketoprak Milad UMS Ke-61

METROPOS.id, Sukoharjo –  Semarak puncak Milad Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ke-61 berlangsung meriah penuh gelak tawa dengan pertunjukan ketoprak menghadirkan pemain bintang tamu Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan mantan pelawak Srimulat, Tarzan.

Ganjar yang berlakon sebagai bangsawan Jawa terlibat adu akting dengan mantan Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsudin yang berperan sebagai Hamengku Buwono (HB) VII, dan Rektor UMS Sofyan Anif sebagai Adipati Anom dalam lakon ‘Sang Surya Amajari Jagad’.

Rektor UMS, Sofyan Anif saat ditemui di lokasi acara GOR kampus II UMS sebelum naik panggung, Sabtu (28/12/2019) malam menyampaikan, pentas ketoprak menjadi pilihan, karena selain tontonan rakyat,  juga sarat akan pesan moral dan sekaligus memberi hiburan.

“Cerita ‘Sang Surya Amajari Jagad’ mengisahkan sejarah berdirinya Muhammadiyah pada tahun 1911, tentang perjuangan KH Ahmad Dahlan di Yogyakarta saat mendirikan Muhammadiyah. Dimulai berdirinya
sekolah/madrasah pertama untuk pribumi, yang didukung HB VII sampai berdirinya organisasi Muhammadiyah secara resmi tahun 1912,” terangnya.

Meski bukan pemain ketoprak  profesional, Din Syamsuddin yang bolak – bolak membuka naskah diatas panggung lantaran tak fasih berbahasa Jawa berulang kali mengundang tawa penonton. Pria kelahiran Sumbawa NTB ini tak urung jadi bahan candaan Tarzan yang berperan sebagai Patih.

“Nuwun sewu Gusti, kok ngasto naskah meniko duspundi. Mosok rojo kok njaplak. (Maaf Gusti, kok membawa naskah itu bagaimana. Masak raja menyontek), ” timpal Tarzan yang langsung disambut gelak tawa penonton.

Dalam acara yang dihadiri ribuan kader Muhammadiyah se Solo Raya dan pejabat Forkopimda terkait ini, selain pentas ketoprak dan tablig akbar, Ketua PP Muhammadiyah, Dahlan Rais sebelumnya didaulat melesatkan busur panah sebagai penanda dimulainya Countdown, atau hitung mundur penyelenggaraan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48 pada Juli 2020 mendatang.

“Sebelumnya, kami mohon kepada warga Solo dan Sukoharjo, jika pada pelaksanaan Muktamar nanti akan menimbulkan kemacetan jalan. Panitia supaya terus melakukan persiapan mengingat penggembira yang akan hadir diperkirakan mencapai 1 juta,” tandas Dahlan. (Naura/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed