oleh

UVBN Sukoharjo Kembali Bersiap Kirim Mahasiswa Magang ke Jepang

METROPOS.ID, Sukoharjo – Setelah sukses dan mendapat penilaian baik, Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara (UVBN) Sukoharjo kembali akan memberangkatkan mahasiswanya untuk magang/Program Internship ke Jepang selama 1 tahun.

Jika sebelumnya di Yukiguni Maitake Co.Ltd Jepang, sebuah perusahaan budidaya jamur. Kali ini, sesegera mungkin setelah penandatanganan nota kesepakatan, akan mengirim mahasiswa magang di Crest Grup, sebuah perusahaan peternakan dan perunggasan.

Hal itu disampaikan Dekan Fakultas Pertanian UVBN Yos Wahyu Harinta usai pertemuan dengan CEO 44 Project dari Jepang (perusahaan penyalur mahasiswa magang), Mr. Tomokazu Susukida di gedung rektorat UVBN Sukoharjo, Rabu (22/1/2020).

“Kami sebelumnya sudah dua kali melakukan lobi – lobi dengan PT JIPA, (penghubung UVBN dengan 44 Project) yang kantornya ada di Solo, Jogya dan Denpasar Bali,” terangnya.

Dari lobi – lobi itu kemudian CEO 44 Project yang memiliki akses langsung ke perusahaan – perusahaan yang ada di Jepang terbang ke Indonesia untuk bertemu dengan jajaran petinggi UVBN Sukoharjo.

“Rencananya kami akan mengirim mahasiswa untuk magang di sebuah perusahan bernama Crest Grup. Adapun yang akan kami kerjasamakan nanti adalah program internship khusus di perusahaan peternakan yang ada di Jepang,” kata Yos.

Dalam pertemuan disampaikan, nantinya mahasiswa akan magang di perusahaan unggas ayam petelur milik Crest Grup yang disebut Yos merupakan perusahaan besar pensuplai telur ayam diseluruh wilayah Jepang.

“Kemungkinan besar, nanti di bulan Februari akan ada perekrutan tim intern magang ke Jepang, khusus mahasiswa program studi peternakan. Prosesnya sama dengan sebelumnya di budidaya jamur merang, sekarang gilirannya di peternakan,” ujarnya.

Nantinya para mahasiswa yang akan dikirim magang, wajib mengikuti seleksi dan pelatihan ketrampilan selama tiga bulan. Pelatihan terutama tentang kecakapan dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Jepang. Termasuk tata krama dan etos kerja.

“Jadi sebelum masuk kursus bahasa Jepang, kami seleksi dulu. Kalau bahasa Inggris itu pake Toefel, kalau Jepang itu ada level standarnya, namanya “N” (Nippon). Minimal N5 yang bisa diberangkatkan,” tandasnya.

Ditambahkan Wakil Rektor III UVBN, Sodikin, inti pertemuan dengan CEO 44 Project dan PT Jipa, keduanya dari Jepang, merupakan bagian dari pengembangan kerjasama kampus dengan perusahaan dari Jepang.

“Pertemuan tadi sudah mengarah kepada bentuk kerjasama baru, mengingat sebelumnya kami sudah melakukan kerjasama. Cuma ini programnya peternakan. Jadi ini lebih meluas lagi,” pungkasnya (Naura/Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed