oleh

Terlibat Lakalantas di Nogosari – Andong, Mahasiswi PTS di Solo tewas

METROPOS.ID, Boyolali – Lakalantas (Kecelakaan Lalu Lintas) yang melibatkan antara SPM (Scopy) bernopol AD- 5433 – ASD dengan KBM tak di kenal dan KBM truk bernopol K-1569-RP yang terjadi di Jl. Nogosari – Andong tepatnya di Dk. Ngasemsari, Glonggong mengakibatkan pengendara SPM (Scoopy) meninggal dunia, Senin (10/2/2020).

Informasi yang di himpun Lakalantas terjadi sekira pukul 11.30 WIB. Adapun korban yang meninggal adalah RAHAYU CAHYANING ARAFAH (21) warga Dk. Kacangan RT. 004/002 Ds. Kacangan, Kec. Andong. Sedangkan kronologis kejadiannya bermula saat KBM Truk yang di kendarai LATIF WIDODO (33) warga Jl. Melati, Perum Kopassus, RT. 03/014, Kel. Colomadu, Kab. Karanganyar, tengah berjalan dari arah Utara ke Selatan, dan SPM Scopy berjalan searah di belakang truk, sesampai di TKP, SPM Scopy berusaha mendahului truk, namun dari arah berlawanan ada KBM tak di kenal dengan kecepatan tinggi, karena jaraknya terlalu dekat tabrakanpun tak dapat di hindarkan.

Terpisah Kapolres Boyolali AKBP RACHMAD NUR HIDAYAT melalui Kasubag Humas AKP EDDY LILLAH, membenarkan Laka Lantas tersebut.

“Pasca kejadian KBM Truk langsung kita amankan, sedangkan korban sebelum kejadian berencana mau berangkat kuliah di daerah Solo,” terangnya.

EDDY juga menceritakan bahwa semula SPM Scoopy melaju dari arah Utara ke Selatan (Andong ke Nogosari) sesampai di TKP, menabrak KBM Truck, yang berjalan searah didepannya membuat SPM Scoopy terpental ke kanan, sehingga ditabrak KBM tak dikenal yang berjalan dari lawan arah SPM Scoopy terpental ke kiri ditabrak oleh KBM Truck, yang berjalan mundur karena tidak kuat menanjak membuat SPM Scoopy terseret sekitar 7 meter, sedangkan pasca kejadian KBM tak dikenal melarikan diri dan meninggalkan TKP.

“Korban sempat dibawa di Puskesmas Nogosari, namun korban sudah meninggal di tempat,” jelasnya.

Untuk itu pihaknya menghimbau agar seluruh warga masyarakat dalam berkendara di jalan raya berlalu lintas lebih mengutamakan keselamatan itu nomer satu, kuasai diri sehingga tidak berkendara dengan teledor atau memacu kendaraan kecepatan tinggi yang bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

“Jadikan Keselamatan kita bersama dalam berlalu lintas di jalan raya itu sebagai kebutuhan yang harus diutamakan bersama demi kamtibcar lantas dan keselamatan di jalan raya,” pintanya. (Mul/Hms/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed