METROPOS.ID, Sukoharjo – Tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar membuat sejumlah pihak prihatin, tak terkecuali anggota Komisi III DPR RI Eva Yuliana.
Bekerja sama dengan jajaran Polres Sukoharjo, ia mengingatkan dan mengajak para siswa SMA Negeri 3 Sukoharjo untuk tertib berlalu lintas mematuhi segala peraturan. Dalam hal ini wajib terlebih dulu memiliki SIM bagi yang sudah cukup umur.
“Saya mengapresiasi dengan apa yang sudah dilakukan oleh Polres Sukoharjo, yakni melakukan sosialisasi tertib berlalu lintas secara berkala. Saya selaku mitra, all out mendukung,” terang Eva usai bertemu dengan sejumlah perwakilan siswa dan guru SMA Negeri 3 Sukoharjo, Rabu (11/3/2020).
Dukungan Eva ini disampaikan bukan hanya berhenti pada tataran slogan, ia bahkan meminta kepada perwakilan siswa yang hadir dalam pertemuan, bagi yang belum memiliki SIM supaya segera membuatnya.
“Tadi saya bilang (dalam pertemuan), siapa yang sudah punya motor tapi belum memiliki SIM. Beberapa anak yang mengangkat tangan saya persilahkan membuat SIM setelah KTPnya ada, nanti biayanya saya yang tanggung,” tuturnya yang diamini Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas yang hadir mendampingi.
Selain mengingatkan tertib berlalu – lintas, Eva, Kapolres dan sejumlah guru juga melakukan sosialisasi tentang pentingnya menjaga kebersihan dengan gerakan 6 langkah cuci tangan sesuai standar WHO. Tujuannya mencegah terinfeksi bakteri atau virus penyebab penyakit, salah satunya virus Corona.
“Mari kita semua bersama-sama lindungi diri, untuk mencegah dan mengantisipasi adanya penularan virus corona dengan cara menjaga kesehatan, cuci tangan, rajin berolahraga, dan berdoa untuk kesehatan kita masing-masing,” ujar Eva.
Mengingat saat ini merebaknya virus Corona belum ditemukan vaksin pencegahnya, Kapolres Sukoharjo menambahkan dengan himbauan kepada masyarakat agar tidak terlalu panik dan takut berlebihan.
“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk selalu hidup sehat, salah satunya dengan cara mencuci tangan yang baik. Selain itu, kami juga telah menerjunkan Tim Siber untuk memantau peredaran kabar bohong atau hoaks tentang virus corona,” tutupnya. (Naura/Red).











Komentar