METROPOS.ID, SUKOHARJO – Masih berlangsungnya wabah COVID-19 yang melanda hampir seluruh wilayah tanah air telah mengakibatkan sejumlah pedagang pasar tradisional kelimpungan menggaet pembeli.
Di Sukoharjo, pasar tradisional masih bisa beroperasi dengan penerapan physical distancing. Namun begitu omzet pedagang tak bisa normal lantaran banyak masyarakat yang tinggal dirumah, pasar menjadi sepi.
Melihat kondisi itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagkop) UKM Sukoharjo berupaya melakukan inovasi untuk mengantisipasi sepinya pasar dari transaksi jual beli.
Memanfaatkan kemajuan teknologi digital, para pedagang mulai diarahkan menggunakan sistem belanja dalam jaringan (daring) alias online bekerja sama dengan salah satu penyedia jasa transportasi ojek online.
“Penggunaan teknologi digital ini sebenarnya sudah kami launching beberapa waktu lalu di Pasar Gawok, Gatak, jauh sebelum adanya pandemi COVID -19. Saat ini sudah diterapkan di Pasar Ir Soekarno, Pasar Nguter, Pasar Grogol, Pasar Telukan dan Pasar Kartasura,” ujar Kepala Disdagkop dan UKM Sukoharjo, Sutarmo, Kamis (14/5/2020).
Ia menjelaskan, selain sebagai upaya pemanfaatan teknologi, belanja online ini juga sebagai upaya penanggulangan penyebaran virus COVID -19. Karena menurutnya, belanja online juga diperlukan untuk mengurangi kerumunan datang ke pasar.
“Sekarang pergerakan transaksi online terus mengalami kenaikan, meskipun transaksi manual juga masih ada yang menggunakan. Jadi dengan transaksi online, pedagangnya tinggal mengunggah dagangan di media sosial yang langsung bisa dilihat calon pembeli,” ujar Sutarmo.
Seperti di Pasar Gawok, sejak Desember 2019 lalu, pembayaran non tunai sudah dilakukan dengan sistim Quick Respon Indonesia Standar (QRIS). Yaitu, pembayaran dilakukan melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik atau mobile banking.
“Setiap kios yang sudah terdaftar ada QR atau barcode sehingga saat pembeli akan membayar tinggal scan lalu memasukkan nominal uang. Dengan sistim ini lebih aman dan nyaman, terlebih seperti kondisi saat ini. Untuk pasar yang lain tetapi belum ada QR nya, kami kerjasama dengan aplikasi ojek online,” tutup Tarmo. (Naura/Red).












Komentar