METROPOS.ID, BLORA – Kasus positif Corona atau COVID -19 di Kab. Blora, bertambah 5 kasus berdasarkan hasil pemeriksaan swab lab PCR. Sehingga total positif COVID -19 menjadi 29 kasus. Dengan rincian 23 dirawat, 3 meninggal, dan 3 sembuh. Hal itu disampaikan, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kab. Blora, Lilik Hernanto, sebagai juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) COVID -19, Senin (1/6/2020).
“Dari 5 kasus baru ini, 4 diantaranya adalah dari Kec. Kradenan yang merupakan klaster Temboro. Sedangkan satu kasus lainnya adalah seorang perempuan usia sekitar 50 tahun dari Kec. Bogorejo, yang sebelumnya punya riwayat sakit dari Surabaya,” jelasnya.
Dia juga menyampaikan, pasien sembuh dari Corona juga bertambah 1 orang dari klaster Temboro. Akan tetapi, data belum masuk di website.
“Karena baru 11.30 WIB tadi kabar kesembuhannya kami terima. Sehingga yang sembuh ada 3 pasien,” lanjutnya.
Menurutnya, kluster Temboro sudah diketahui hasilnya semua. Dari jumlah keseluruhan ada 131 santri yang pulang ke Blora.
“Setelah dirapid test ada 28 yang reaktif, dan dari 28 reaktif itu telah diswab semua, hasilnya 19 orang positif COVID -19, dan 9 negatif. Ke 19 pasien positif COVID -19 klaster Temboro ini sedang diisolasi, dan hari ini sembuh satu yang dari Puskesmas Rowobungkul,” tambah Lilik.
Kemudian dengan adanya tambahan satu pasien positif baru di Kec. Bogorejo, maka status zona merah di Kab. Blora menjadi 9 Kecamatan.
“Paling banyak Kec. Jati ada 8 kasus, Kradenan 6 kasus, Blora 5 kasus, Kunduran 3 kasus, Ngawen 2 kasus, Cepu 2 kasus, kemudian Jepon, Todanan dan Bogorejo masing-masing satu kasus,” ujar Lilik Hernanto.
Sedangkan untuk reaktif rapid-test hingga hari Senin (1/6/2020) ada 125 orang tersebar di 15 Kecamatan se Kab. Blora, kecuali Japah.
“Yang paling banyak rapid-test reaktifnya Blora Kota ada 33 orang, Cepu ada 23 orang, Tunjungan 11 orang, Sambong 8 orang, Banjarejo dan Randublatung 7 orang,” terang Lilik.
Selanjutnya untuk pasien PDP masih ada 7 yang diawasi, ODP masih ada 28 orang yang dipantau, OTG 141 orang, dan pemudik ada 36.282 jiwa.
“Kami harap masyarakat terus meningkatkan kewaspadaannya, dengan mematuhi protokol kesehatan. Jangan sampai ada diskriminasi, apalagi terhadap pasien reaktif rapid-test, mereka belum tentu COVID -19, jangan dikucilkan, justru harus disupport agar imunitasnya baik,” pungkasnya. (Sam/Red).











Komentar