METROPOS.ID, SUKOHARJO – Menginjak bulan ke-4 sejak ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), jumlah penambahan kasus COVID -19 di Kab. Sukoharjo belum juga menunjukan angka penurunan, atau melandai. Angkanya masih fluktuatif.
Wakil Jubir Gugus Tugas COVID -19 Sukoharjo, Bejo Raharjo mengatakan, angkanya sempat menurun di awal Juni, namun memasuki awal Juli 2020 ini grafik angka kasusnya kembali naik.
“Pada Minggu (12/7/2020) kemarin, terjadi penambahan sebanyak 8 kasus dalam satu hari. Saat ini secara keseluruhan, dari 12 Kecamatan di Kab. Sukoharjo berada di zona orange,” kata Bejo, Senin (13/7/2020).
Namun begitu, menurut Bejo, penambahan kasus ini belum sebanyak seperti yang ditemukan di bulan Mei 2020.
“Untuk puncaknya penularannya sampai kapan, secara epidemiologi kita belum bisa memastikan. Kalau di Sukoharjo, sampai saat ini puncaknya masih di pada bulan Mei lalu yang ditemukan 11 kasus, dan temuan kemarin (Minggu-Red) belum melebihi yang Mei itu,” ujarnya.
Seperti diketahui, dalam sepekan terakhir, ditemukan total 13 kasus COVID -19 baru. Rata – rata untuk temuan kasus baru ini, sumber penularannya disebutkan dari klaster pelaku perjalanan luar kota Sukoharjo.
“Kasus termuda kasus COVID -19 di Sukoharjo saat ini sudah bukan umur 12 tahun, tapi 9 tahun. Dia adalah keponakan dari pasien COVID -19 yang kemarin dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan untuk kasus tertua masih diusia 88 tahun,” ujarnya.
Sementara itu, klaster Gowa yang beberapa lalu sempat mendominasi, sekarang imbuh Bejo, disampaikan sudah berhenti penularannya. Adapun kasus tenaga kesehatan (nakes) diketahui dari hasil tracking tertular saat bekerja di Fasilitas Kesehatan (Faskes) luar Sukoharjo. (Naura/Red).











Komentar