oleh

KPU Sukoharjo Gelar Coklit Serentak, Sejumlah Tokoh Jadi Target

METROPOS.ID, SUKOHARJO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo telah melakukan tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih Pilkada serentak 2020 sejak 15 Juli hingga 13 Agustus mendatang.

Sebagai langkah awal dihari ketiga pelaksanaan, KPU Sukoharjo melakukan gerakan coklit serentak sebagai tanda dimulainya tahapan pilkada dengan menerjunkan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) ke rumah – rumah tokoh masyarakat, mulai bupati, wakil bupati, calon bupati dan calon wakil bupati hingga tokoh pimpinan forkopimda yang terdaftar sebagai penduduk Sukoharjo, Sabtu (18/7/2020).

“Hari ini, coklit dilakukan serentak oleh PPDP. Khusus untuk tokoh dan pejabat, anggota KPU memberikan pendampingan,” terang Ketua KPU Sukoharjo, Nuril Huda disela melakukan pendampingan coklit.

Coklit, menurut Nuril akan digunakan sebagai acuan untuk penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS). Bagi masyarakat yang ingin mengetahui apakah sudah masuk dalam data coklit atau belum, bisa mengakses secara online dilaman www.lindungihakpilihmu.kpu.go.id.

“Disitu akan muncul kolom isian yang meminta masyarakat mengisi nama, NIK dan jenis kelamin. Setelah itu, akan muncul informasi jika nama anda telah terdaftar sebagai pemilih,” terang Nuril.

Sesuai jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada pilkada Desember di Sukoharjo mendatang, maka jumlah petugas coklit yang diturunkan juga sama dengan jumlah TPS, yakni sebanyak 1.775 PPDP. Mereka selama kurun waktu yang telah dijadwalkan akan melakukan coklit di wilayah masing-masing.

Dalam coklit serentak ini, petugas juga mendatangi kediaman salah satu tokoh masyarakat sekaligus bakal calon Bupati Sukoharjo, Joko “Paloma” Santosa di kediamannya yang berada di Ds.  Gumpang, Kartasura, Sukoharjo.

Mengingat saat ini masih pandemi COVID -19, maka sesuai protokol kesehatan berdasarkan rekomendasi Gugus Tugas COVID -19, tanya jawab tentang kesesuaian data pemilih tidak dilakukan didalam rumah.

PPDP tidak dibenarkan masuk kedalam rumah untuk menghindari potensi terjadinya kontak erat dengan warga yang dicoklit.

“Saya mengapresiasi langkah – langkah penerapan protokol kesehatan yang ditempuh KPU dalam melindungi kesehatan petugas dan warga yang didatangi agar tidak terjadi kontak fisik,” ujar Joko.

Namun begitu, Joko juga berharap kepada Disdukcapil Sukoharjo supaya memiliki terobosan guna menjaring warga terutama pemilih pemula yang belum memilki E-KTP. Mereka supaya diakomodir untuk bisa melakukan perekaman data dengan membuka kembali layanan di masing – masing kecamatan.

“Warga itu biasanya enggan untuk segera membuat e-KTP jika belum terdesak kebutuhan administrasi. Apalagi saat ini layanannya terpusat di Disdukcapil kabupaten dengan pembatasan pengunjung karena ada COVID -19. Oleh karena itu, sebaiknya perekaman data bisa dilakukan ditiap kecamatan, meski pendaftaran secara online,” ujarnya.

Dengan adanya terobosan dalam pendaftaran penduduk ini, maka menurut Joko, target angka partisipasi pemilih dalam pilkada mendatang dari kelompok pemilih pemula yang masuk dalam DPS (daftar pemilih sementara) hingga menjadi DPT (daftar pemilih tetap) dimungkinkan dapat tercapai. (Naura/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed