oleh

Hoax Berpengaruh Di Masyarakat  Yang Tingkat Literasi Digitalnya Rendah

METROPOS.ID, SUKOHARJO – Gelaran pesta demokrasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sukoharjo dalam Pilkada serentak 2020 Desember mendatang, terbuka peluang besar jika berita bohong atau hoax akan lebih banyak bertebaran.

Diperkirakan, penggunaan media sosial (medsos) sebagai sarana menyebar berita bohong akan meningkat dibanding Pemilu 2019 lalu, lantaran pesta demokrasi tahun ini harus digelar di tengah pandemi COVID -19. Sehingga, banyak pertemuan-pertemuan secara fisik yang akan berkurang.

Sebagian oknum akan memanfaatkan medsos sebagai wadah untuk menjatuhkan lawan politiknya. Mulai dari hoax, fitnah, hingga kampanye hitam (black campaign). Ruang untuk terjadinya hal yang sama seperti Pemilu 2019 makin terbuka lebar.

Hal ini mengemuka menjadi bahasan dalam Sarasehan yang digelar KPU Sukoharjo dengan peserta stakeholder terkait, media massa dan penggiat medsos (netizen), di RM Soto Harto, Sukoharjo,  Rabu (16/9/2020) sore.

“Hingga saat ini atmosper kubu – kubuan pada Pilpers 2019 lalu belum sepenuhnya hilang. Baik kelompok pendukung Pak Joko Widodo, maupun pendukung Pak Prabowo Subianto masih saling serang di medsos dengan saling membuat berita hoax,” kata Niken Satyawati pengamat medsos yang jadi pembicara dalam sarasehan.

Hoax menjadi senjata efektif dalam mencapai kepentingan politik tertentu. Hoax juga menjadi alat untuk mempengaruhi masyarakat yang tingkat literasi digitalnya masih rendah.

Melalui sarasehan ini, KPU mengajak khususnya para admin medsos maupun netizen ikut mencegah penyebaran hoax. Selain itu juga diminta agar dalam Pilkada nanti tidak terjebak dimanfaatkan untuk kepentingan politik tertentu.

Dalam sarasehan yang dibuka Ketua KPU Sukoharjo, Nuril Huda ini, narasumber lain, yakni dari Sat Intel Polres Sukoharjo, Aiptu Supriyono mengatakan, terkait penanganan sebaran berita hoax, pihaknya sesuai UU ITE akan bertindak tegas.

“Kami tidak main – main dalam memantau medsos. Melalui Tim Cyber yang ada, pemantuan terus dilakukan. Oleh karena kami mengingatkan kepada masyarakat agar sedapat mungkin bijak dalam bermedsos supaya tidak membuat atau menyebarkan berita hoax. Teliti dulu sumber, jangan asal disebar,” pungkasnya. (Naura/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed