BRM Kusumo Putro (foto Naura)
METROPOS.ID, SOLO – Kontestasi antar calon ketua DPC Peradi Surakarta dalam Muscab (Musyawarah Cabang) III pada 19 Desember mendatang mulai diramaikan munculnya suara dukungan kepada ketua petahana, Badrus Zaman.
Nama Badrus menguat untuk kembali dipilih memimpin Peradi Surakarta periode 2020-2025 lantaran dinilai sukses membangun organisasi hingga memiliki jumlah anggota sekira 550 advokat, tersebar di Solo, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, dan Sragen.
Salah satu tokoh yang juga anggota Peradi Surakarta, BRM Kusumo Putro mengatakan, Muscab III kali ini sangat berbeda nuansanya dibandingkan dengan sebelumnya. Peradi telah menjelma menjadi organisasi yang sangat seksi. Kiprah dan eksistensinya sudah lama diakui oleh masyarakat.
“Pengakuan itu tidak hanya di wilayah Solo Raya, tapi secara luas di seluruh Indonesia,” kata Kusumo yang menyatakan secara terbuka, all out mendukung Badrus Zaman saat ditemui wartawan, Kamis (17/12/2020).
Khususnya DPC Peradi Surakarta, ia mengakui selama dipimpin Badrus penambahan jumlah anggotanya meningkat cukup signifikan.
Menurut pengamatannya, penambahan jumlah anggotanya mencapai lebih dari 200%. Suatu jumlah yang cukup besar bagi sebuah organisasi advokat dalam tingkatan cabang.
“Jumlah anggota sebanyak itu, kemungkinan merupakan jumlah terbanyak untuk ukuran kepenggurusan tingkat DPC di seluruh Indonesia. Ini sebenarnya sudah membuktikan bahwa Badrus berhasil memimpin organisasi dengan manajemen yang baik,” ujarnya.
Menyinggung tentang visi misi para kandidat ketua, Kusumo lebih memlih untuk menilai dari sisi kinerja kepengurusan Peradi Surakarta yang sekarang. Visi misi, menurutnya siapapun bisa membuat dengan narasi sebaik mungkin, tetapi penerapannya kedepan belum dapat dilihat, dan belum tentu sesuai.
“Yang paling penting saat ini, yang sudah berjalan saja. Terlepas dari saya mendukung Badrus atau tidak. Terus terang, saya tertarik masuk menjadi anggota Peradi, ya karena melihat kepemimpinan Badrus. Menurut saya, baik,” tegasnya.
Figur ketua ditegaskan Kusumo memegang andil besar dalam memimpin sebuah organisasi berkembang menjadi besar. Mengingat periode kepengurusan lamanya 5 tahun, maka ia berharap kepada anggota Peradi Surakarta lainnya agar dalam memilih ketua di Muscab nanti tidak sekedar coba-coba.
“Seperti memilih Presiden atau kepala daerah, oleh karena itu memilih pemimpin hanya berdasar coba -coba ini berbahaya bagi kelangsungan organisasi itu sendiri. Saya sepakat demi kebesaran organisasi, semua perlu ditingkatkan oleh ketua terpilih dalam Muscab nanti,” pungkasnya. (Naura/Red).
Komentar