METROPOS.ID, SOLO – Sejumlah tokoh dan aktivis lintas agama Solo Raya mendeklarasikan gerakan dukungan berdirinya Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), bersamaan dengan acara deklarasi yang sama di Jakarta. Deklarasi di Solo sekaligus mengikuti acara yang di Jakarta dengan live streaming dari Hotel Riyadi Palace, Solo, Selasa (18/8/1020).
Mereka sepakat mengatasnamakan perjuangan menjaga bangsa dari berbagai dampak yang muncul dari pandemi COVID -19. Dengan gerakan ini diharapkan dapat menyelamatkan jutaan keluarga karena kepala keluarganya kini menganggur tidak bisa lagi bekerja.
“Menyelamatkan Indonesia adalah menyelamatkan dari oligarki, kleptokrasi, korupsi, dan politik dinasti,” kata Ketua Panitia Deklarasi KAMI Solo Raya, Shobbarin Syakur kepada awak media disela acara.
Pada kesempatan ini diantara tokoh yang hadir dalam deklarasi KAMI Solo Raya, adalah Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), Ustad Mu’inudinillah Basri, tokoh pergerakan, Usman Amirudin, pendiri Mega Bintang, Mudrick M Sangidu, Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jateng, Ustadz Aris Munandar, dan Sekjen DSKS Endro Sudarsono.
Dalam kesempatan itu menyampaikan pesan kepada undangan yang hadir, Mudrick M Sangidu mengatakan, saat ini kondisi rakyat Indonesia memang betul – betul tertindas. Oleh karenanya, ia pun tanpa ragu ikut mendukung KAMI.
“Yang perlu diselamatkan (KAMI), tentunya pertama adalah masalah hukum, kemudian juga menyangkut masalah kehidupan ekonomi. Di Indonesia ini kan sebenarnya panglimanya itu kan hukum,” katanya.
Sedangkam kedudukan ekonomi, menurut Mudrick adalah sebagai bapaknya politik. Jadi siapapun yang menguasi perekonomian, maka juga berkontribusi dalam arah percaturan politik.
“Dengan adanya krisis ekonomi ini, telah menjadikan krisis politik. Ditambah lagi ada COVID -19, pengangguran, ditambah lagi ada pejabat yang tidak pantas karena menggunakan kesempatan dalam kesempitan ditengah kondisi bangsa seperti ini,” tegasnya.
Jika kondisi saat ini tidak segera ada perubahan menuju perbaikan, maka menurut Mudrick dampaknya bisa memicu krisis sosial dalam masyarakat. Jika nanti rakyat yang sudah habis kesabarannya bergerak, maka mereka tidak lagi membawa kepentingan politik, namun lebih kepada kepentingan ekonomi. (Naura/Red).












Komentar