Candra Saputra anggota Komisi II DPRD Kab Pekalongan saat dialog dengan para pedagang
METROPOS.ID, KAJEN – Anggota Komisi II DPRD Kab. Pekalongan Candra Saputra mengaku malu dan meras tertampar dengan kinerja Disperindag Kab. Pekalongan, pernyataan ini di sampaikan Candra usai melakukan dialog dengan sejumlah pedagang yang menempati gedung UMKM Center di Kec. Wonopringgo, Kamis (25/3) kemarin.
“Kurangnya perhatian dari Pemkab Pekalongan terutama kinerja Disperindag Kab. Pekalongan, merupakan suatu tamparan bagi kita semua. Saya selaku anggota komisi II DPRD Kab. Pekalongan merasa tertampar dengan kejadian ini,” ujarnya kepada sejumlah awak media.
“Disperindag hanya melepaskan begitu saja tanpa memberikan bimbingan dan tidak adanya komunikasi yang baik dengan sejumlah pedagang yang membuat pedagang yang ada disini sepi dan tidak ada pembeli bahkan sebagian besar tidak membuka lapaknya,” lanjutnya.
Ditanya tentang tindakan apa yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah ini, Candra mengaku akan segera memanggil Disperindag Kab. Pekalongan untuk melakukan rapat.
“Kami akan segera memanggil pihak Disperindag Kab. Pekalongan untuk melakukan rapat dengan komisi II dan akan mengajak dinas terkait untuk meninjau langsung ke lokasi ini,” tandasnya.
Sementara itu, salah satu penghuni gedung atau pedagang, Maman kepada awak media mengeluhkan mampetnya komunikasi pihak pedagang dan Disperindag Kab. Pekalongan.
“Kamii selaku HPG (Himpunan Peguna Gedung) mengangap adanya Gap (jarak) yang sangat besar antara HPG dengan dinas. HPG ini ada dua kelompok yakni HPG pengurus dan HPG anggota, mungkin di HPG Pengurus ada koordinasi tapi penyampaian kebawah menjadi penafsiran yang tidak jelas antara apa yang disampaikan pengurus itu dengan anggota. Ini menjadikan salah paham dan tidak adanya harmonisasi antara HPG pengurus dan HPG anggota. Ini menyebabkan pedagang disini menjadi semakin hari semakin sepi,” tuturnya. (Mit/Red)
Komentar