Kepala Kantor KPPN Purwodadi Subur Riyadi di dampingi Edy Slamet saat mengikuti Press Release di Kantor KPPN Purwodadi (foto Awg)
Metropos.id, Grobogan – Kementerian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Perbendaharaan melalui Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah gelar Press Release Realisasi APBN Semester I Tahun 2021 secara virtual melalui aplikasi zoom, Senin (12/7/2021).
Dalam Perss Release Midden Sihombing selaku Kakanwil DJPb (Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan) Provinsi Jawa Tengah merinci alokasi APBN yang disiapkan untuk Jawa Tengah pada semester I/2021.
Di antaranya alokasi belanja Kementerian Negara/Lembaga (K/L) sebesar Rp 43,47 triliun, Dana BPS (Bantuan Operasional Sekolah) Rp 4,06 triliun, serta Dana TKDD (Transfer Ke Daerah dan Dana Desa) Rp 12,41 triliun.
“Penyerapan APBN Semester I 2021 secara keseluruhan realisasinya mencapai Rp 25,98 triliun atau 43 %. Dari sisi penerimaan, pendapatan negara yang berhasil dihimpun sebesar Rp 38,40 triliun, sehingga dana APBN di Jawa Tengah surplus Rp 12,42 triliun,” kata Midden.
Realisasinya pada semester I/2021 sebesar Rp 30,51 miliar, pada belanja kementerian dan lembaga belanja bansos (bantuan sosial) yang dikucurkan melalui Kemenag (Kementerian Agama) dan Kemensos (Kementerian Sosial).
“Seperti bantuan pendidikan dasar dan menengah, serta bantuan pendidikan tinggi pada Kemenag, dan pelayanan kesejahteraan sosial penyandang disabilitas pada Kemensos,” terangnya.
Tingkat penyerapan belanja bantuan sosial pada Kementerian Agama, kata Midden mencapai 42 %, sedangkan belanja bansos pada Kemensos masih belum terserap.
Masih kata Midden Anggaran tengah melakukan berbagai upaya agar penyerapan kementerian/lembaga berjalan maksimal. Yakni dengan melakukan pembinaan kepada satuan kerja untuk menurunkan tingkat pengajuan SPM (Surat Permintaan Pembayaran).
”Pada bulan Januari tingkat kesalahan SPM dari 12 %, turun menjadi 3 % pada bulan Juni 2021,” ungkapnya.
Lebih lanjut Midden menerangkan bahwa upaya percepatan penemuan dana untuk SPM yang diterima sampai pukul 12.00 tengah di lakukan yang mendekati target 100 %. Lalu di lakukan berbagai realisasi, untuk menemukan permasalahan lambatnya belanja.











Komentar