Saat penobatan Najjar Lubis sebagai Tokoh Pembangunan di Pasbar oleh KontraS (Foto Burhan)
Tokoh masyarakat ini, awalnya merupakan anggota TNI yang berasal dari Aek Nabirong. Kemudian setelah belasan tahun mengabdi kepada negara, Najjar melepaskan seragamnya dan mengabdi di kampung halaman.
Dalam kesempatan itu, Najjar Lubis mengatakan penghargaan yang diberikan kepadanya merupakan suatu hal yang luar biasa, karena apa yang telah Ia lakukan bukan semata untuk kepentingan pribadi, namun untuk kepentingan masyarakat umum. “Pada awalnya masyarakat banyak yang tidak setuju dengan apa yang saya lakukan. Namun, seiring dengan berjalannya waktu masyarakat bisa menerima pembangunan ini. Sepanjang 50 KM jalan yang sudah saya bangun dan dinikmati oleh masyarakat,” kata Najjar Lubis.
Karena masih banyak dan panjangnya pembangunan yang dilakukan, Ia meminta dan berharap kepada Pemprov Sumbar dan Pemda Pasbar agar mendukung pembangunan tersebut.
Najjar Lubis juga berterima kasih kepada masyarakat dan semua unsur yang telah mendukung pembangunan jalan, karena akses jalan tersebut bisa dipergunakan ribuan masyarakat yang bermukim di beberapa kampung sehingga membantu mobilitas pendidikan dan hasil pertanian masyarakat setempat.
Sebelumnya jalan ini sulit dilalui oleh masyarakat, sekarang sudah bisa dilalui oleh kendaraan roda empat,” tuturnya.
Sementara itu, Perwakilan KontraS RI M Batubara mengatakan, KontraS memberikan penghargaan kepada Najjar Lubis bukan tanpa alasan. Najjar Lubis telah membuka akses jalan antar desa di daerah tersebut dengan dana pribadinya. Selain itu lanjutnya, Najjar juga membuka lokasi objek wisata, lokasi arung jeram, hingga perikanan untuk menggerakkan perekonomi masyarakat.
Bentuk nyata yang dilakukan Najjar Lubis, kata dia, demi memajukan daerah tempat kelahirannya. Tentunya patut diacungi jempol, karena dari ratusan ribu penduduk masyarakat Pasbar, bisa dikatakan hanya Najjar Lubis satu-satunya orang yang rela mengeluarkan dana pribadi untuk kepentingan masyarakat banyak.Tak tanggung-tanggung, Sektor wisata Fridon yang dibangun Najjar tersebut mencapai 25 Hektar, yang didalamnya dibangun arena dayung sampan sepanjang 1 km dengan luas 100 m dan juga arena arung jeram sepanjang 7 km. Ditambah dengan adanya arena sirkuit cross permanen yang di sekitarnya terlihat berbagai tanaman buah.
Selanjutnya, selain membuka tempat wisata Fridon, Najjar juga telah melakukan pembangunan 2 akses jalan pertanian di Jorong Simaninggir, yakni satu jalur jalan lebih kurang sepanjang 7 Km menuju area transmigrasi Aek Nabirong dan satu jalur lagi jalan dengan panjang lebih kurang 15 Km yang sekarang di pergunakan untuk jalan warga transmigrasi setempat.
Selain itu, jalan dari Jorong Aek Nabirong menuju Kampung Pinang untuk menghubungkan jalan dari Sawah Mudik, yakni sebagai jalan akses pertanian masyarakat di pinggir sungai Batang Batahan sepanjang lebih kurang 10 km.











Komentar