oleh

Ngaku Bisa Gandakan Uang, Dua Pelaku Di Bekuk Satreskrim Polres Wonogiri

Dua pelaku pengganda uang beserta barang bukti saat di hadirkan dalam konferensi pers (Foto Bid Hms Polda Jateng)

Metropos.id, Wonogiri – Aksi penipuan dengan modus menggandakan uang berhasil di ungkap Satreskrim Polres Wonogiri. Tak tanggung – tanggung korban menderita kerugian hingga Rp 100 juta.

Kapolres Wonogiri AKBP Dydit Dwi Susanto, SIK, MSi didampingi Kasatreskrim AKP Supardi dalam konferensi pers di Mapolres Wonogiri, Rabu (3/11/2021) mengungkapkan, pihaknya menangani tindak pidana penipuan dan atau penggelapan ini sesusai pasal 378 KUHPidana dan atau pasal 372 KUHPidana, dengan ancaman pidana kurungan selama 4 tahun.

Pelapor alias korban dari aksi tersebut adalah YH (46), warga Lubuk Baja, Kota Batam. Aksi penggandaan uang berlangsung pada Selasa, (26/10/2021), sekitar pukul 08.00 WIB di salah satu hotel di Wonogiri.

“Kejadian dilaporkan pada Selasa, tanggal 26/10/2021, sekitar pukul 09.00 WIB di Bank BCA Wonogiri,” ujar Kapolres.

Tersangka dari aksi penipuan itu ada dua. Yakni WR alias HE (33) ,warga Kadipiro, Kec. Banjarsari, Solo dan WA alias KE (44) warga Jatiyoso, Karanganyar. WR ditangkap Rabu (27/10/2021) dan WA pada Kamis (28/10/2021) di kediaman masing-masing tanpa perlawanan.

Adapun barang bukti yang diamankan yakni potongan kertas HVS warna merah muda dan uang tunai Rp 400 ribu dari pelapor. Selanjutnya dari tangan WR diamankan handphone merk VIVO Y21 warna ungu, dan uang tunai Rp 23 juta. Sementara dari tersangka WA uang tunai Rp 22.350.000, dan handphone.

Kronologi kejadian berawal sejak Senin tanggal 25/10/2021 sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu pelapor bersama sejumlah rekan menuju ke hotel di Wonogiri. Tujuannya untuk menggandakan uang Rp100 juta. Informasinya salah satu tersangka bisa menggandakan uang hingga 5x lipat. Saat itu pelapor memesan 2 kamar.

Selanjutnya pada Selasa, 26/10/2021 sekitar pukul 08.00 WIB, pelapor diajak rekannya termasuk WR menjemput WA. Nah, WA adalah orang yang mampu menggandakan uang.

Saat itu pelapor memberikan uang Rp100 juta ke WA. Kemudian ritual penggandaan uang pun dimulai. Uang pelapor tadi dimasukan ke dalam kantong plastik yang ada bunga dan sesajennya.

Setelah itu pelapor diberi uang oleh WA dan ditaruh di dalam kantong plastik. Pelapor dilarang membuka kantong plastik tersebut, yang boleh membuka hanya teller bank.

Kemudian pelapor langsung menuju ke Bank BCA bersama dengan rekan-rekannya. Setelah sampai di bank pelapor langsung memberikan kantong plastik yang diberikan ke teller. Namun pelapor terkejut melihat isinya hanyalah kertas berwarna menyerupai uang seratus ribuan dan uang asli Rp 400 ribu.

Setelah itu pelapor menghampiri WR yang menunggu di mobil. Namun WR ternyata sudah kabur. Lantas korban melaporkan hal itu ke kepolisian. (@wg/s@i/red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed