oleh

Pulang Dari Malaysia, Pelaku Pengeroyokan Di Ringkus Satreskrim Polres Jepara

Kapolres Jepara AKBP Warsono saat memimpin konferensi pers (Foto Ninik)

Metropos.id, Jepara – MY (46) pelaku kasus pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia karena terkena bacokan clurit di bagian kepala, akhirnya berhasil di ringkus Satreskrim Polres Jepara.

Dalam konferensi pers Kapolres Jepara AKBP Warsono, SH., SIK., MH, menerangkan bahwa, kejadian pengeroyokan terjadi pada tanggal 30 Juli 2018 di kawasan SPBU Kriyan, Kec. Kalinyamatan, Kab. Jepara, dan kami sudah melakukan pemeriksaan 8 saksi.

Pelaku saat di hadirkan dalam konferensi pers (foto Ninik)

“Dua pelaku lainnya masih buron karena pengeroyokan ini melibatkan 3 orang,” terangnya, Rabu (19/1/2022).

Pelaku melakukan pengeroyokan ini terjadi akibat rasa cemburu atau sakit hati karena diduga istrinya selingkuh dengan korban yakni AS (30).

Kejadian ini bermula saat pelaku YF (masih buron) mengecek hp istrinya (yang merupakan saksi) dan mengetahui ada perjanjian pertemuan dengan korban di SPBU Kriyan Kalinyamatan, oleh karena itu kemudian pelaku berpamitan ke istrinya seolah-olah berangkat kerja ke Malaysia, namun tidak berangkat.

Kemudian pelaku menginformasikan hal tersebut kepada kakak kandungnya (sebagai pelaku MY) dan adik kandungnya (pelaku MS), dengan maksud untuk mengawasi penyelesaian permasalahan dengan korban.

Pelaku membuntuti istrinya ke TKP, dan sudah ada pelaku MY dan MS yang menunggu di dalam mobil, ketika saksi bertemu dengan korban, pelaku YF juga langsung menemui korban dan terjadi perdebatan hingga akhirnya terjadi perkelahian.

Melihat hal tersebut pelaku MY dan MS turun dari mobil kemudian mendekat ke TKP dan langsung ikut melakukan pengroyokan secara bersama-sama dengan tangan kosong, pada saat itu tersangka YF diketahui mengambil clurit dari motornya kemudian membacok di bagian kepala korban, selanjutnya korban dibiarkan begitu saja dan sempat meminta tolong.

Kemudian ada warga yang menolong dan dibawa ke RSUD Kartini, namun setelah 2 jam dirawat korban dinyatakan meninggal dunia karena pendarahan. Setelah kejadian itu para pelaku melarikan diri ke Malaysia setelah melakukan perbuatannya.

Penangkapan pelaku setelah didapati informasi bahwa salah satu pelaku yakni MY telah kembali ke Indonesia pada akhir tahun 2021, kemudian tim Resmob mencari keberadaannya dan didapat informasi bahwa pelaku MY sedang melaksanakan karantina di Jakarta, selanjutnya usai menjalani masa karantina, pelaku bergerak ke Kudus dan menginap di salah satu Homestay di Kudus bersama keluarganya dan paginya pelaku berhasil diamankan oleh Tim Resmob dan dibawa ke Polres Jepara.

Saat ini Polres Jepara masih mengejar kedua pelaku lainnya, dan atas kejadian itu pelaku dikenai pasal 170 dan/atau pasal 338 KUHP tentang tindak pidana pengeroyokan mengakibatkan korban meninggal dunia dan atau pembunuhan dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun. (Ninik/Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed