METROPOS.ID, Sukoharjo – Kasus penyalahgunaan narkoba utamanya sabu, semakin marak terjadi. Rata-rata sasaran dari penyebaran narkotika golongan 1 ini adalah pelajar hingga mahasiswa dengan kisaran umur 11 sampai 27 tahun.
Hal itu terungkap dalam Dialog Inspiratif Hidup Sehat Tanpa Narkoba yang digagas produsen springbed merk Yukata milik artis kenamaan Okan Kornelius bekerja sama dengan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Sukoharjo dan Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo, Kamis (12/3/2020).
“Untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba di Sukoharjo, upaya pencegahan terus dilakukan kami lakukan. Salah satunya mensosialisasikan ke kampus – kampus,” terang Kasat Narkoba Polres Sukoharjo AKP Agus Syamsuddin yang hadir sebagai salah satu pembicara.
Kepolisian menurutnya, bakal menindak tegas jika menemukan masyarakat yang mengonsumsi barang haram tersebut. Namun begitu, toleransi akan diberikan jika pengguna khususnya dari kalangan pelajar dengan sukarela menyerahkan diri.
“Bagi pengguna yang menyerahkan diri ke polisi maka tidak kami tindak,” ujarnya.
Dalam perkembangannya, produk narkoba turut berinovasi mengikuti gaya hidup konsumennya dengan pergaulan yang beragam. Oleh karenanya dibutuhkan perhatian serius baik dari pemerintah maupun instansi terkait agar masalah ini bisa dituntaskan.
Dalam dialog yang dipandu Koordinator Penyuluh BNK Sukoharjo, Agus Widanarko ini, Dandim 0726/ Sukoharjo Letkol Inf Chandra Ariyadi Prakosa diwakili Danramil 09 Grogol Kapten Inf Kurniawan menyatakan, TNI akan bertindak tegas terhadap anggota yang terbukti menggunakan narkoba.
“Kami tak main – main dalam hal ini. Jika ada anggota TNI yang terbukti terlibat atau mengkonsumsi narkoba, maka sanksinya langsung diberhentikan dengan tidak hormat, atau dipecat,” tandasnya.
Ia pun meminta agar para dosen Univet Bantara mewaspadai mahasiswa yang berperilaku mencurigakan. Semisal, senang menyendiri dan mengalami penurunan gairah belajar. Karena perilaku tersebut patut diduga terkena pengaruh narkoba.
Sementara Direktur of Japan Tech Indojaya (Yukata), Kenichi Morita melalui Iskandar S selaku Marketing Jateng/DIY mengatakan, kegiatan dialog dikampus merupakan salah satu program dari Yukata Peduli. Selain dialog juga ada pemberian bantuan kepada warga tak mampu.
“Jadi kami tidak melulu mencari benefit (keuntungan) dari perusahaan, namun dari sisi kemanusiaan, kami juga tetap care (peduli). Dan ini merupakan kali pertama kegiatan diselenggarakan di kampus ini,” pungkasnya. (Naura/Red).












Komentar