METROPOS.ID, BOYOLALI – Sekitar 6 ribuan warga perantau dari berbagai daerah sudah mudik ke Boyolali. Hal ini, disampaikan Sekda (Sekretaris Daerah) Boyolali Masruri dalam mendata warga yang mudik, Sabtu (4/4/2020).
Menurut Masruri, pemantauan itu melalui laporan dari Kades. Sebab yang mengerti warga pendatang para RT dan RW yang dilaporkan ke Kades masing – masing.
“Kalau menggunakan data transpotasi jelas susah. Sebab banyak jalan menuju Boyolali, sehingga menggunakan data dari desa dinilai lebih falid,” kata Masruri.
Masruri menyatakan, para pendatang diminta melakukan karantina mandiri. Lapor diri ke RT/RW. Selain itu juga diminta cek kesehatan ke Puskesmas terdekat.
Kab. Boyolali tambah Masruri tidak akan melakukan karantina massal bagi pemudik. Tetapi dalam antisiasi mencegah virus corona, pemudik wajib lapor ke aparat desa lewat RT/RW.
“Dan periksa diri serta melakukan karantina mandiri selama 14 hari,” ujarnya.
Selaku Sekda dirinya juga sudah berkoordinasi dengan paguyuban warga Boyolali di perantuan. Sekaligus menghimbau kepada warga Boyolali yang sudah memiliki rumah di kota besar tidak usah pulang dulu baik saat sadranan maupun lebaran. Sambil menunggu kondisi aman. Sadranan dan Lebaran tidak pulang dulu tidak apa-apa.(Mul/Red).












Komentar