oleh

Penderita stunting di Blora Capai 8,3 Persen

-News-100 views

Blora, Metro Pos – Dari data penimbangan serentak pada bulan Agustus 2018 lalu angka stunting mencapai 8,3 persen. Hal ini di ungkapkan oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Lilik Hernanto SKM, M.Kes saat Rakerkesda, Selasa (12/3/2019).

“Pada bulan Agustus 2018 lalu kita melakukan penimbangan bayi serentak se Kabupaten Blora bersamaan dengan pemberian vitamin A. Hasilnya, dari 45.637 bayi yang ditimbang, 8,3 persen diantaranya menderita stunting. Ini yang akan menjadi salah satu fokus penanggulangan stunting kita,” ungkapnya.

Menurutnya, ada beberapa faktor penyebab stunting di Kabupaten Blora, diantaranya yang paling besar adalah buruknya pola asuh orangtua terhadap anaknya. Disini orangtua tidak bisa memberikan asupan gizi yang berimbang kepada anaknya baik sejak dalam kandungan maupun pasca kelahiran hingga usia 1000 hari pertama.

Sedangkan faktor lainnya adalah kondisi lantai rumah yang masih berupa tanah. Dimana lantai tanah berpotensi memungkinkan hidupnya virus penyakit lebih lama ketimbang lantai ubin. Selain itu, tidak adanya IMD (Inisiasi Menyusui Dini), kurangnya pemberian ASI eksklusif, kehamilan dini karena rahim yang belum siap, tidak punya jamban hingga minimnya ventilasi rumah.

“Sedangkan angka stunting tertinggi berada di Puskesmas Kedungtuban, disusul Puskesmas Randulawang, Puskesmas Rowobungkul, Puskesmas Gondoriyo dan Puskesmas Puledagel,” pungkasnya.(Ams)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed