METROPOS.id, Boyolali – Kisah haru berhembus dari kehidupan keluarga di lereng gunung Merbabu, Juwedi yang seharusnya dapat menikmati masa remajanya, kerena kondisi keluarga terpaksa harus menjadi tulang punggung keluarga, bekerja untuk membiayai hidup ibu dan 4 adiknya.
Bocah usia 15 tahun ini tinggal di dukuh Malibari, Desa Ngargoloko, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali. Ia tinggal dirumah sederhana bersama ibu yang tengah mengalami keterbelakangan mental dan 4 adiknya, sang ayah yang seharusnya menjadi tulang punggung keluarga meninggal dunia beberapa tahun yang lalu, sementara ke empat adiknya masih kecil. Dua adik laki – laki berusia 12 tahun dan 8 tahun dan dua adik perempuannya masih berusia 4 tahun dan 2 tahun.
“Sehari – hari Juwedi bekerja serabutan sebagai buruh lepas, mulai pekerja bangunan sampai memanen sayuran. Apapun dikerjakan asal mendapatkan rejeki yang halal”, kata Partono selaku ketua RT, Selasa (23/7/2019).
Padahal lanjutnya Juwedi masih harus mengurus hampir seluruh kegiatan rumahnya, mulai memasak air, menyiapkan makanan dan mencuci pakaian.
“Beruntung, sejak hampir sebulan terakhir kedua adik laki – lakinya telah diambil Dinas Sosial Boyolali untuk tinggal di Panti Asuhan berikut jaminan pendidikan nya. Setidaknya tentu hal ini sedikit mengurangi beban Juwedi,” ucapnya.
Ia menjelaskan, karena begitu berat beban yang harus ditanggung, Juwedi sendiri sangat kesulitan menceritakan apa yang dialaminya, disisi lain Juwedi memang mengalami kendala berkomunikasi sejak kecil, apalagi Juwedi tidak pernah mengenyam dunia pendidikan sama sekali
“Beruntung sejak viral di medsos (media sosial) bantuan mengalir kekeluarganya. Salah satunya bantuan kambing berikut kandangnya, kini minimal Juwedi punya kegiatan paling tidak punya simpanan berharga untuk membiayai hidup ibu dan dua adik perempuannya,” jelas Partono.(Mul/Red)












Komentar