METROPOS.id, Solo – Menyambut datangnya tahun baru 2020, pengasuh Ponpes Al Quraniy Azzayadiy Surakarta, KH Abdul Karim Ahmad atau Gus Karim yang juga dikenal dekat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, agar masyarakat tetap selalu mengutamakan menjaga toleransi dengan saling bersilaturahmi.
Mengingat sebentar lagi di sejumlah daerah di Soloraya (Solo, Klaten, Boyolali, Sukoharjo, Sragen, dan Wonogiri) akan menggelar Pilkada, maka hendaknya masyarakat, utamanya warga Solo sedapat mungkin menjaga ucapan – ucapannya demi menghindari perselisihan.
“Sebentar lagi akan ada Pilkada, dan itu adalah acara rutin rame -rame. Ya kita sukseskan bersama, semoga bisa mendapatkan pemimpin yang baik, yang cinta kepada rakyat dan rakyat juga mencintanya,” katanya saat ditemui awak media, Selasa (31/12/2019).
Pun demikian kepada para kandidat bakal calon kepala daerah yang akan berkompetisi merebut simpati para calon pemilih, Gus Karim juga berpesan untuk selalu menjaga persatuan, tidak perlu saling menjatuhkan, dan memaksakan kehendak. Harus saling menjaga menghindari gejolak.
“Solo kan sudah beberapa kali Pilkada ini sukses terus. Aman tidak ada gejolak apapun. Demikian juga untuk Pilkada berikutnya, tetap kondusif siapapun calonnya, siapapun yang maju kita support bersama,” tegasnya.
Kondisi saat ini menurut Gus Karim sangat diperlukan sikap saling toleransi antar pemeluk agama dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, sikap Wathoniyah atau menghargai sesama warga negara ditengah perbedaan suku, ras dan keyakinan, sekarang sangat dibutuhkan dalam bingkai NKRI.
“Bahwa kerukunan beragama itu menjadi dibutuhkan. Semua tokoh – tokoh agama bisa menjadi satu meja duduk bersama, ngopi bersama. Insya Allah kerukunan akan terjalin,” ujarnya.
Pada kesempatan ini, Gus Karim juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh lapisan masyarakat dalam menyambut datangnya tahun baru. Ia mengajak masyarakat memasuki tahun baru dengan membuat permohonan – permohonan yang baik.
“Dengan habisnya tahun 2019 ini, semoga semua kesalahan- kesalahan kita dimaafkan,” tutupnya. (Naura/Red).










Komentar