oleh

Hujan deras, ribuan hektar sawah di Kendal kebanjiran

METROPOS.ID, Kendal – Hujan yang terjadi sejak malam tahun baru 2020 hingga kemarin menyebabkan sekitar 2.000 hektar tanaman padi yang baru ditanam kebanjiran. Sebanyak 2.000 hektar padi tersebut tersebar di tiga kecamatan yakni Kendal, Patebon, dan Brangsong.

‘’Padi itu baru ditanam dan terancam mati,’’ kata Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kendal Tardi, Rabu (9/1/2020).

Dia mengatakan, padi yang terendam di Kecamatan Kota Kendal sekitar 1.200 hektar dan sisanya di Kecamatan Patebon dan Brangsong. Di Patebon wilayah yang tergenang berada sebelah utara jalur pantura seperti di Desa Wonosari dan sekitarnya.

Menurutnya, padi yang baru berusia antara 7 hari hingga 20 hari tersebut, semuanya rusak karena terendam air lebih dari 8 hari.

‘’Tergenang sejak pergantian tahun hingga kemarin. Padi yang sudah ditanam awal juga pasti mati. Petani pasti menanam lagi bibit yang baru,’’ tambahnya.

Dikatakannya, ketinggian air yang menggenangi lahan pertanian bervariasi antara 50 cm hingga 1 m. Beberapa sawah di Ds. Wonosari, Kel. Karangsari, padinya bahkah tenggelam karena kebanjiran.

‘’Petani harus menyiapkan lagi sekitar 60 ton benih padi untuk ditanam. Di Kendal lahan 1 hektar, petani rata-rata harus menanam benih sekitar 50 kg. Hal itu karena petani harus menanam lebih banyak benih,’’ kata Tardi anggota Komisi B DPRD Kendal.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Kendal, Pandu Rapriat Rogojati, mengatakan, pihaknya akan mengamati terlebih dahulu apakah padi yang terendam itu nantinya puso atau mati. Seandainya terjadi puso, petani yang mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), mendapat ganti rugi Rp 6 juta/hektar. Selain itu, pihaknya mengusahakan melalui Cadangan Benih Nasional.

”Kami sedang menghitung secara pasti berapa hektar padi yang terendam air,’’ ungkapnya. (Eko/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed