oleh

Takut Tertular Virus Korona, Warga Pasang Portal Isolasi Lokal

METROPOS.ID, Sukoharjo – Imbas kedatangan ribuan pemudik dini hari dari  ibukota Jakarta dan daerah sekitarnya telah menambah kekhawatiran merebaknya wabah virus korona (Covid-19) di daerah asal para perantau.

Sejumlah desa di Kab. Sukoharjo terpaksa melakukan upaya pencegahan dengan mengisolasi wilayah masing -masing untuk membatasi pergerakan warga agar tak tertular virus.

Sejumlah desa tersebut memasang portal untuk mencegah keluar masuknya warga tanpa pengawasan, yakni Ds. Pranan Polokarto, Ds. Gumpang Kartasura, Ds. Pandeyan, Ds. Kadilangu Baki dan Ds. Kagokan Gatak. Disetiap portal, beberapa juga ada tempat cuci tangan dan sabun.

“Sebelumnya, kami juga telah melakukan penyemprotan disinfektan untuk mensterilkan pemukiman,” terang Kades Gumpang Dwi “Mogol” Nuryanto, Minggu (29/3/2020).

Tak hanya itu, warga desa oleh Kades juga diminta tidak menggelar kegiatan yang menggundang massa. Mereka dihimbau tetap tinggal di rumah selama masa darurat belum dicabut.

“Oleh karenanya, pemasangan portal ini juga untuk membatasi akses sehingga warga lebih banyak tinggal di rumah. Selain itu juga untuk membatasi tamu luar untuk masuk,” tuturnya.

Bagi pemudik yang datang, maka langsung oleh RT/RW dilakukan pendataan untuk selanjutnya dipantau selama 14 hari. Jika ada yang kedapatan mengalami gejala batuk, flu maupun demam akan dirujuk ke Fasiltas Kesehatan (Faskes) terdekat.

“Saat ini, kondisi di Ds. Gumpang situasinya sedikit berbeda dibanding sebelumnya karena sepi dari kerumunan massa dan aktivitas masyarakat,” imbuh Dwi.

Hal yang sama juga dilakukan warga di Ds. Pranan, Polokarto. Setelah berkoordinasi dengan pihak terkait, mereka melakukan pembatasan akses masuk ke kampung dengan memasang atau membuat portal pengaman gapura batas wilayah desa.

“Ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus corona. Pemasangan portal merupakan inisiatif warga dalam rangka mencegah penyebaran virus,” terang Kades Pranan Jigong Sarjanto saat dihubungi terpisah.

Seperti diketahui, Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 700/1189/2020 tertanggal 26 Maret 2020. Isinya, dalam rangka pencegahan penyebaran virus korona, Camat, Lurah dan Kades hingga RT/RW diminta memantau pemudik dini yang datang kembali ke wilayah masing-masing. (Naura/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed