METROPOS.ID, BOYOLALI – Pemkab Boyolali telah menyiapkan bangunan Rumah Susun sistem Sewa (Rusunawa) yang ada di Kp. Rejosari, Kel. Kemiri, Kec. Mojosongo bakal menjadi Rumah Sakit khusus untuk menangani kasus Corona.
Asisten Administrasi Umum Sekda Boyolali, Wiwis Trisiwi Handayani mengungkapkan Penetapan rumah sakit khusus penangana Covid-19 tersebut setelah melalui berbagai pertimbangan dan kajian dari berbagai alternatif tempat yang ada di Boyolali. Akhirnya, Tim komprehensif bentukan Bupati Boyolali Seno Samodro menetapkan untuk menggunakan Rusunawa agar dimanfaatkan sebagai Rumah Sakit Darurat.
“Rumah sakit ini berada cukup jauh dari kawasan penduduk. Dan sekeliling bangunan sudah dikelilingi pagar. Juga memperhatikan protokol kesehatan penanganan Covid-19,” terang Wiwis yang juga Ketua III Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kab. Boyolali.
Menurut Wiwis RS darurat ini untuk sementara hanya memanfaatkan 2 lantai saja dari 4 lantai gedung yang ada. Yakni lantai 1 untuk penanganan pasien dan lantai 2 untuk mengisolasi penunggu pasien serta petugas medis.
Untuk penanganan pasien, ada 18 kamar yang disiapkan. Masing – masing kamar berisi 2 bed tempat tidur. Sehingga rumah sakit ini mampu menampung 36 pasien. Sedangkan jika terjadi lonjakan pasien, masih ada 2 lantai gedung rusunawa yang siap dipakai.
“Keberadaan rumah sakit darurat ini sudah dilindungi pagar keliling setinggi 3 meter. Masing – masing ruang juga telah dipasang kaca pembatas. Hari Senin pekan depan sudah kami operasionalkan,” katanya.
Selain itu juga terdapat fasilitas penyemprotan disinfektan di pintu gerbang masuk kawasan rusunawa ini.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, dr. Ratri Survivalina menambahkan rumah sakit darurat penangana virus Corona ini untuk menangani pasien dalam pemantauan (PDP) baru yang kondisinya ringan hingga sedang, sehingga 8 orang PDP di RSUD Pandan Arang Boyolali masih tetap diobservasi disana.
“Untuk yang positif sampai sekarang tidak ada,” imbuh Lina. (Mul/Red).












Komentar