oleh

Polisi masih dalami penyebab kebakaran di bekas basecamp penimbunan BBM di Bangkak – Banyudono

METROPOS.ID, BOYOLALI – Diduga dijadikan tempat penimbunan BBM, bekas basecamp PT Standard Beton Indonesia di Dk. Tompen, Ds. Bangak, Kec. Banyudono ludes diamuk sijago merah, Minggu (10/5/2020) sekira pukul 15.55 WIB.

Setidaknya 12 ribu liter solar dan 3.500 liter pertalite yang disimpan di Mushola bekas basecamp ikut terbakar. Bahkan seorang karyawan yang bernama Dwi Kurnianto alias Wawan (35) warga  Madyotaman, Rt 02 Rw 03, Kel. Punggawan, Banjarsari, Solo  terpaksa di larikan ke rumah sakit karena mengalami luka bakar yang cukup serius.

Kebakaran itu cepat di ketahui oleh Rohmad Basuki (45) petugas jaga malam, karena saat kejadian mendengar teriakan korban minta tolong sehingga korban bersama motornya bisa di selamatkan.

Salah seorang saksi yakni, Yitno (53) warga setempat mengaku kaget mendengar suara dentuman keras, saat berada di sawah, sehingga ia langsung mencari arah suara.

“Saat itulah, saya melihat nyala api membumbung tinggi dari lokasi bekas base camp tersebut, sebab Basecamp itu sudah tak beroperasi sejak setahun lalu,” tuturnya.

Sementara itu Kapolsek Banyudono AKP Marjoko membenarkan kejadian itu. Dan yang terbakar adalah bekas gudang yang digunakan untuk penimbunan bahan bakar (BBM).

“Terkait penyebab kebakaran, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, karena korban juga belum bisa dimintai keterangan, sebab masih di rawat di rumah sakit,” pungkasnya.

Adapun api berhasil di padamkan dan di dinginkan oleh petugas Damkar dengan mengerahkan 4 unit mobil Damkar. (Mul/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed