METROPOS.ID, SUKOHARJO – Puluhan warga Ds. Wironanggan, Gatak, Sukoharjo memprotes penyaluran bantuan sosial (bansos) dampak COVID -19 yang dinilai tebang pilih dan tidak tepat sasaran.
Mereka mendatangi balaidesa, Jum’at (10/7/2020), berdialog dengan membawa lembaran kertas yang disebutkan merupakan data penerima bantuan yang telah disalurkan selama ini, dimana masih ada warga yang seharusnya dapat tapi tidak masuk data.
“Kami bahkan juga menemukan ada warga dalam satu Kartu Keluarga (KK) menerima dobel bantuan. Ini kan aneh,” kata Parmadi (61) juru bicara warga usai dialog dengan Kades Wironanggan dan pejabat Muspika Gatak.
Sikap Kades Wironanggan selama ini, menurut Parmadi, arogan lantaran tidak mau mendengarkan aspirasi dan keluhan warganya. Berulang kali warga menyampaikan laporan terkait tidak meratanya bansos, namun tidak mendapat tanggapan.
Menanggapi protes warga tersebut, Camat Grogol, Sukoharjo Sumi Rahayu yang hadir untuk memediasi antara warga dengan Kades Wironanggan menyatakan, terkait data penerima bantuan ada yang sudah ditentukan oleh pemerintah pusat.
“Namun begitu, ada juga yang berdasarkan pengajuan dari bawah. Oleh karena itu, aspirasi warga akan diteruskan ke Pemkab Sukoharjo. Ini masalahnya hanya kurang komunikasi,” ujarnya.
Usai aksi protes yang berakhir damai dengan pengawalan ketat aparat keamanan dari Polsek Gatak dan Koramil Gatak ini, Kades Wironanggan, Dwi Suratmanto menyampaikan, penyaluran bansos COVID -19 selama ini sudah sesuai prosedur.
“Kalau ada kekeliruan, nanti pasti akan ketahuan saat dilakukan audit. Tentang adanya usulan data baru calon penerima bantuan, kami siap melakukan pendataan. Namun perlu diketahui, penentu untuk disetujui bukan pada kami,” pungkasnya. (Naura/Red).












Komentar