METROPOS.ID, SUKOHARJO – Dengan menerapkan protokol kesehatan, Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya bersama Dandim 0726 /Letkol Inf Chandra Ariyadi Prakosa menutup program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) Sengkuyung II TA.2020 yang berhasil diselesaikan 100% ditengah pandemi COVID -19.
“Saya harap pembangunan yang dilaksanakan selama TMMD dapat bermanfaat untuk masyarakat dalam mendukung kesejahteraan dan percepatan pembangunan,” kata Wardoyo saat penandatanganan naskah penutupan TMMD yang dihadiri undangan terbatas di loby kantor Bupati setempat, Rabu (29/7/2020).
Program TMMD Sengkuyung Tahap II yang didanai anggaran APBD Provinsi, APBD Kabupaten dan swadaya masyarakat ini, sesuai jadwal telah berjalan selama 1 bulan di Ds. Bentakan, Baki, Sukoharjo.
Pada kesempatan ini, Dandim Sukoharjo mengatakan, meski TMMD dilaksanakan dalam situasi pandemi COVID -19, seluruh target sasaran fisik maupun nonfisik dapat diselesaikan dengan baik.
“Untuk sasaran fisik meliputi pembangunan betonisasi jalan usaha tani dengan panjang 950 meter dan lebar 2,5 meter. Selain itu, juga pembuatan talud jalan usaha tani dengan panjang 1.900 meter,” terang Dandim.
Selain itu, juga dilakukan rehab masjid 2 unit di Dk. Gedongan dan Dk. Sayangan. Rehab pos kamling 1 unit, rehab jamban umum 2 unit, serta rehab rumah tidak layak huni (RTLH) 1 unit.
“Untuk pembangunan betonisasi jalan, tujuannya mempermudah akses petani dalam melakukan aktivitas pertanian. Karena sebelumnya jalannya sudah rusak dan tidak bisa dilalui kendaraan. Dengan selesainya pembangunan maka diharapkan dapat mempermudah mobilitas petani di Ds. Bentakan,” ujarnya.
Sementara, untuk sasaran nonfisik, dalam TMMD yang juga didukung personil Polri dan masyarakat setempat ini, antara lain dilakukan penyuluhan hukum terkait kesadaran berbangsa dan bela negara, penyuluhan kesehatan masyarakat dan keluarga bencana.
“Kami juga melakukan penyemprotan disinfektan untuk pencegahan penyebaran COVID -19,” pungkas Dandim. (Naura/Red).












Komentar