METROPOS.ID, MAGELANG – Rindam IV/Diponegoro Kolonel Inf Tarsono, S.I.P., M.M. membacakan amanat Pangdam IV/Diponegoro Mayjen Bakti Agus Fadjari, S.I.P., M.Si. bahwa kemanunggalan TNI-rakyat adalah manifestasi dari sistem pertahanan rakyat semesta, dimana aparat teritorial adalah ujung tombaknya. Untuk itu, sebagai seorang Babinsa harus cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan penugasan yang dinamis, dengan tetap berpegang teguh kepada nilai-nilai yang terkandung di dalam Sapta Marga, Sumpah Prajurit, 8 Wajib TNI.
Hal ini di sampaikan saat upacara penutupan Diktubasus (Pendidikan Pembentukan Bintara Khusus) Babinsa Secaba Magelang di gedung S. Parman Secaba Rindam IV/Diponegoro Magelang yang di ikuti 384 Prajurit, Senin (21/9/2020).
“Sebagai aparat kewilayahan kalian harus mempunyai kepedulian yang tinggi dan harus dapat membantu serta menjadi solusi dalam pemecahan masalah agar masyarakat merasa aman dan nyaman dengan keberadaan kalian di tengah-tengah mereka”, ungkapnya.
Adapun lulusan terbaik adalah Serda Sugiyanto dari Kodim 0735/Surakarta, menyusul peringkat dua yaitu Serda Kusworo dari kesatuan Kodim 0701/Banyumas dan peringkat ketiga adalah Serda Joko Purwanto dari Kesatuan Kodim 0727/Karanganyar.
Masih menurutnya, bahwa para prajurit harus mengaplikasikan bekal ilmu pengetahuan yang diperoleh selama pendidikan dalam tugas di masyarakat.
“Kembangkan terus 5 kemampuan teritorial sebagai modal kalian dalam bekerja nantinya sebagai Babinsa. Saya berpesan agar kalian tetap mengasah kemampuan yang kalian miliki untuk dapat memberikan pengabdian yang terbaik bagi kejayaan Kodam IV/Diponegoro”, pungkasnya.
Sementara itu nampak terlihat Wadan Rindam IV/Dip Kolonel Inf Fajar Nugraha, Waaspers Kasdam IV/Dip Letkol Kav Minarso, Dandodik Belneg, Dan Secaba dan Pejabat Jajaran Rindam IV/Diponegoro. (Awg/Dam/Red).











Komentar