oleh

Rektor UMS Tanggung Seluruh Biaya Pengobatan Mahasiwa Korban Demo

METROPOS.ID, SUKOHARJO – Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sofyan Anif turut bersimpati dengan kondisi mahasiswa yang mengalami luka-luka maupun terkena gas air mata saat berunjuk rasa menolak pengesahan Undang- Undang (UU) Cipta Kerja, di simpang 3 Tugu Kartasura, Kamis (8/10/2020) kemarin.

Kepada para mahasiswa yang mengalami luka-luka, Rektor menjenguk mereka di RS PKU Muhammadiyah Kartasura tempat mereka dirawat. Tak hanya itu, ia juga mengambil keputusan menanggung semua biaya pengobatan.

“Itu spontan sebagai rasa simpati saya ketika mendapat telepon dari pihak RS Muhammadiyah Kartasura menginformasikan ada beberapa mahasiswa UMS di rawat, kemudian saya datang kesana menengok,” ungkap Rektor saat ditemui wartawan, Sabtu (10/10/2020) kemarin.

Mereka terluka akibat  bentrokan antara massa pengunjuk rasa yang sebagian besar mahasiswa dengan aparat kepolisian. Banyak mahasiswa dan pengunjuk rasa lainnya yang mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit salah satunya ke RS PKU Kartasura.

Dari data yang diperoleh, menurut Rektor ada sebanyak 41 mahasiswa yang dirawat. Mereka sebagian besar mahasiswa dari UMS, dan sebagian juga ada dari kampus lain di Surakarta seperti UNS, Unisri dan lainnya.

Rektor UMS beserta jajarannya menjenguk beberapa mahasiswa tersebut usai kericuhan mereda, Kamis (9/9/2020) menjelang dini hari.

“Kami menanggung biaya perawatan mahasiswa yang saat itu sedang dirawat. Selain itu, juga membantu mengkoordinir evakuasi mahasiswa yang diamankan oleh petugas keamanan dari kepolisian,” imbuhnya.

Seperti diketahui, sebagian besar mahasiwa yang dirawat mengalami luka memar terkena pukulan, kena gas air mata, memar luka dalam karena diinjak-injak hingga ada terkena peluru karet. Malam itu ada yang diperbolehkan pulang dan tidak menjalani rawat inap.(Naura/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed